Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
2T/Hari Diguyur Ke Pasar, Dasco Turun Ke BEI & BI
Pemerintah-DPR Sibuk Jaga Rupiah & IHSG
Rabu, 20 Mei 2026 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Berbagai upaya dilakukan pemerintah demi menjaga rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak anjlok terlalu dalam. Salah satunya dengan menggelontorkan duit Rp 2 triliun per hari ke pasar obligasi.
Di sisi lain, DPR ikut memberikan dukungan politik atas kebijakan Pemerintah tersebut. Bahkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ikut turun langsung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia (BI).
Awalnya, Dasco mendatangi kantor BEI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (19/5/2026) pukul 10.25 WIB. Ia didampingi Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Kedatangan Dasco dan rombongan disambut langsung Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. Setelah itu, Dasco memelototi layar digital yang menunjukkan pergerakan IHSG sebelum menuju lantai 6 untuk bertemu sejumlah pejabat BEI.
Beres mengecek IHSG, Dasco bergerak menuju kantor Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Gambir, Jakarta. Kedatangannya bertepatan dengan pelaksanaan hari pertama Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung 19-20 Mei 2026.
Apa hasilnya? Dasco menuturkan, pemerintah dan DPR telah membahas berbagai langkah untuk memperkuat pasar modal Indonesia. “Kami tadi sudah banyak berdiskusi bagaimana meyakinkan dan menguatkan investor global yang akan masuk di bursa, maupun yang saat ini sudah ada di pasar," kata Dasco.
Tak hanya investor asing, pembahasan juga diarahkan untuk memperbesar peran investor domestik, terutama investor ritel yang menjadi penopang penting pasar saham nasional. Paparan pihak BEI, kata Dasco, menunjukkan fundamental pasar modal Indonesia masih cukup solid.
"Dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bursa kita ke depan akan semakin kuat,” tegas Ketua Harian Partai Gerindra itu.
Baca juga : Dimulai Bulan Depan, Jokowi Start Blusukan Dari NTT
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menegaskan fundamental emiten Indonesia masih menunjukkan tren positif meski IHSG tertekan. Saat ini terdapat 957 perusahaan tercatat di BEI.
"Hampir 85 persen sudah menyampaikan laporan keuangan,” ungkap Nyoman.
Ia menyebut kinerja perusahaan tercatat mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba bersih yang meningkat 21,5 persen. Dari sisi basis investor, pasar modal Indonesia juga mencatat perkembangan signifikan dengan total sekitar 27 juta investor.
Selain itu, BEI memiliki 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham baru dengan mayoritas berasal dari kategori papan utama. "Tadi juga sudah disampaikan dari sisi demand side menunjukkan peningkatan. Saat ini sudah ada 27 juta investor,” rinci Nyoman.
Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan kualitas dan performa perusahaan tercatat masih relatif kuat. Ia juga menyoroti kehadiran pimpinan DPR dan pemerintah sebagai sinyal dukungan terhadap pasar modal nasional.
“Kehadiran Pak Dasco, Pak Rosan, Pak Dony dan jajaran menunjukkan support kepada pasar modal kita,” ujarnya.
Dari sisi regulator, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan pelemahan IHSG pasca rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih berada dalam batas moderat. Menurutnya, pelemahan IHSG hingga 1,85 persen pada perdagangan 18 Mei 2026 turut dipengaruhi libur panjang Kenaikan Isa Almasih.
“Ini konsekuensi logis dari berbagai transformasi pasar modal yang kita lakukan,” kata perempuan yang disapa Kiki ini.
Baca juga : Rupiah & IHSG Rontok, Purbaya Menepis Kekhawatiran
Ia menambahkan, pergerakan IHSG masih sejalan dengan indeks acuan seperti MSCI, LQ45, IDX30, dan IDX80. Penurunan di Indonesia juga tak terlepas dari tren koreksi di sejumlah negara lain.
“Pergerakan saham lebih ditopang oleh aspek fundamental dibandingkan oleh sentimen semata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia tetap kuat di tengah kekhawatiran pasar atas potensi terkurasnya devisa akibat intervensi menjaga rupiah. Per akhir April 2026, kata dia, cadev Indonesia tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS.
“Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional,” jelas Ramdan.
Menurutnya, posisi cadangan devisa saat ini setara sekitar 114 persen dari standar kecukupan devisa internasional versi IMF. Hal ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang masih solid di tengah gejolak global.
“Bank Indonesia akan terus mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia,” ujarnya optimistis.
Di sisi fiskal, pemerintah mulai melakukan intervensi bertahap di pasar obligasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah masuk ke pasar surat utang untuk menjaga stabilitas rupiah.
“Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi harusnya minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market,” kata Purbaya.
Baca juga : Pemerintah Terus Perkuat Pertahanan
Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 2 triliun per hari untuk mengguyur pasar obligasi. Dana tersebut bersumber dari kas pemerintah yang masih longgar sehingga dapat digunakan tanpa mengganggu kebutuhan anggaran negara.
Bendahara negara memastikan langkah tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan karena pemerintah masih memiliki cadangan kas sekitar Rp 420 triliun yang bisa diputar untuk menjaga stabilitas pasar. “Jadi cukup bisa berkesinambungan dilakukan,” cetusnya.
Terpisah, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengimbau masyarakat tidak perlu panik atas merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat, berbeda dibanding situasi menjelang krisis 1998.
Dia kemudian menyinggung pidato Presiden Prabowo soal "dolar tak berpengaruh ke desa" yang kemudian menuai banyak kritik. Kata dia, pernyataan Presiden untuk menjaga psikologis masyarakat agar gejolak nilai tukar tidak memicu kepanikan.
“Yang ingin dijaga oleh Bapak Presiden adalah jangan sampai masyarakat terjadi kepanikan akibat gejolak isu ekonomi,” ujar politisi Golkar itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya