Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Minyak jelantah merupakan minyak goreng sisa pemakaian rumah tangga yang digunakan berulangkali. Jika minyak ini terus-menerus digunakan, maka akan menimbulkan dampak buruk, baik bagi tubuh maupun lingkungan.
Minyak jelantah juga merupakan salah satu limbah bahan baku yang paling banyak dihasilkan di lingkungan rumah tangga. Sementara bila terus digunakan, menurut hasil penelitian Adhani & Fatmawati (2017), minyak jelantah akan membentuk aterosklerosis, dimana terjadi penyempitan atau penebalan arteri yang disebabkan penumpukan lemak, kolestrol atau zat lainnya pada dinding arteri sehingga akan menyebabkan stres oksidatif serta inflamasi.Sifat lemak yang tidak dapat bercampur dengan air menyebabkan terjadinya penumpukan pada saluran air.
Selain itu, minyak ini juga dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem pada lingkungan, yang terkena dampak pembuangan minyak jelantah yang mengandung zat pengotor (Ainie, dkk. 2020).
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat RW 06, Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, tak jarang membuang minyak jelantah yang sudah tidak terpakai ke saluran air. Limbah minyak tersebut tentu akan menyebabkan pencemaran pada saluran air.
Melihat kondisi ini, kami, mmahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menawarkan sebuah inovasi, untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang berguna dan bernilai.
Kami dari Kelompok 1 KKN NR Universitas 17 Agustus 1945 Surabay, yang beranggotakan tiga orang, yaitu Ahmad Zaki Farid (Teknik Mesin), Tazkiyatul Faradis (Psikologi) dan Danu Dwi Prasetyo (Psikologi) menawarkan program kerja, yaitu membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Melalui program ini, kami berharap bisa turut mengedukasi masyarakat, khususnya di RW 06, Manyar Indah, Kelurahan Menur Pumpungan, agar bisa menghasilkan produk yang berguna dari benda yang semula tidak ada nilainya. Selain itu, melalui eksplorasi ini, juga dapat dijadikan sebuah peluang untuk mendirikan UMKM yang dapat menambah nilai ekonomis dari barang tersebut.
Proses pengerjaannya dilakukan pada 12 November hingga 9 Desember 2023. Hasil lilin aromaterapi ini sudah melalui tahap trial and error, agar produk dapat berfungsi dengan baik dan memiliki mutu yang baik pula.
Baca juga : SYL Banyak Simpanannya
Eksplorasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat RW 06, Manyar Indah, tentang kepedulian lingkungan yang sifatnya berkelanjutan.
Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan lilin aromaterapi adalah sebagai berikut :
1. Minyak jelantah
2. Stearin
3. Gelas Sloki (opsional)
4. Sumbu lilin
5. Pewarna
Baca juga : Soal Bahan Bakar Pesawat, Luhut Singgung Potensi Minyak Jelantah
6. Kompor
7. Panci
8. Sendok/centong
9. Sutil/spatula
10. Timbangan digital
Untuk proses pembuatannya, bisa dipelajari melalui video tutorial pada link ini: https://youtu.be/j_PKJz15iTk
Dokumentasi saat proses pembuatan lilin aromaterapi:
Baca juga : Banjir Bandang Lahar Dingin Di Sumatera Barat, 37 Meninggal, 17 Hilang
Proses penimbangan Stearin
Proses pengadukan
Proses pemasakan minyak jelantah
Penuangan adonan lilin ke gelas
Hasil jadi
Kelompok 1
Danu, Tazkiya, Zaki
Ahmad Zaki Farid
Lifelong Learner
Lifelong Learner
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya