Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Banjir Bandang Lahar Dingin Di Sumatera Barat, 37 Meninggal, 17 Hilang
Senin, 13 Mei 2024 07:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Minggu (12/5/2024) pukul 21.00 WIB, total korban meninggal akibat banjir bandang lahar dingin yang melanda wilayah Sumatera Barat telah mencapai 37 orang. Rinciannya, 19 orang terdata di Kabupaten Agam, 9 orang di Kabupaten Tanah Datar, 2 orang di Kabupaten Padang Panjang, 7 orang di Kabupaten Padang Pariaman, dan dua jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
Sementara total korban hilang dalam musibah yang diakibatkan hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi, mencapai 17 orang. Sebanyak 14 orang di antaranya, merupakan warga Kabupaten Tanah Datar. Tiga sisanya, adalah warga Kabupaten Agam.
Baca juga : Banjir Bandang Dan Longsor Di Kabupaten Agam, 19 Tewas, 19 Luka-Luka, 2 Hilang
Upaya pencarian dan pertolongan dihentikan di malam hari, mengingat kurangnya penerangan di lokasi terdampak, dan adanya peringatan peningkatan getaran hujan di wilayah hulu.
Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat peningkatan getaran hujan di Stasiun Batu Palano, sejak Minggu (12/5/2024) pukul 20.35 WIB.
Baca juga : Kecelakaan Maut Bus Terguling Di Ciater Subang, 11 Orang Meninggal Dunia
Upaya pencarian dan pertolongan korban banjir bandang lahar dingin oleh Basarnas dan TNI-Polri, kembali dilanjutkan pada Senin (13/5/2024) pagi.
Di tengah kondisi ini, BNPB mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi, untuk selalu mewaspadai potensi risiko bahaya susulan.
Baca juga : Titah Presiden, AHY Janji Selesaikan Lahan Di Sekitar Gunung Ruang
Warga diminta melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya