Dark/Light Mode

Mahasiswa UGM Temukan Potensi Penurun Kolesterol dari Rosela Bekatul Beras Hitam

Sabtu, 27 Juli 2024 00:02 WIB
Tim PKM-Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada (Dokumen Pribadi)
Tim PKM-Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Gadjah Mada (Dokumen Pribadi)

Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan potensi penurun kadar kolesterol dari campuran ekstrak Rosella dan bekatul beras hitam. Campuran ekstrak tersebut diformulasikan dalam sediaan serbuk sehingga mudah untuk dikonsumsi masyarakat nantinya.

Penelitian ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Riset Eksakta (PKM-RE). Anggota tim terdiri atas Anggi Abdillah Surya Amni (Kimia, 2022), Khoirun Nafisah (Kimia, 2022), Anes Arjuni (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2022), Luna Azahara (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2022), dan Rani Mutiara (Kedokteran, 2023). Penelitian ini didampingi Wahyu Dwi Saputra, S.T.P., M.Agr.Sc., Ph.D, dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, UGM. 

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya bahaya kolesterol yang tinggi bagi kesehatan masyarakat. Mengingat masyarakat Indonesia cenderung memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, dimana hal ini dapat meningkatkan risiko penimbunan kolesterol dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya, seperti jantung dan stroke. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 dan Riset Kesehatan Dasar 2018, frekuensi konsumsi makanan berlemak masyarakat Indonesia meningkat signifikan dari 41,7% menjadi 50,4% seiring dengan peningkatan prevalensi kolesterol total tinggi.

Ketua tim peneliti Anggi Abdillah Surya Amni menyatakan. kolesterol tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Dalam penelitian ini, pihaknya ingin menemukan solusi yang alami dan mudah diakses oleh masyarakat untuk mengatasi masalah ini.

Tren saat ini menunjukkan ketertarikan pada pola hidup sehat, yang mendorong banyak orang beralih ke beras hitam yang mana hasil gilingan beras berupa bekatul dengan kandungan pengikat kolesterol belum dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut mendorong Anggi dan teman-temannya untuk menciptakan inovasi pemanfaatan bekatul beras hitam dengan mencampur ekstraknya bersama bunga rosella.

Bekatul beras hitam mengandung senyawa bioaktif yang lebih banyak dibandingkan beras merah maupun putih. Bekatul memiliki senyawa metabolit sekunder berupa karotenoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid serta senyawa flavonoid (Hasim dkk., 2019). Rosella memiliki memiliki potensi sebagai pengikat kolesterol, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antihipertensi karena mengandung komponen fitokimia seperti polifenol, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin (Oktapiya dkk., 2022). Anggota Tim Peneliti Khoirun Nafisah menyampaikan, pihaknya memilih bekatul beras hitam karena kandungan senyawa bioaktifnya yang tinggi. Ditambah dengan ekstrak rosella, pihaknya berharap bisa menciptakan formula yang efektif untuk menurunkan kolesterol.

Dilakukan formulasi untuk masing-masing ekstrak serta campuran ekstrak rosella dan bekatul dengan berbagai perbandingan. Selanjutnya dilakukan analisis senyawa bioaktif, penurunan kadar kolesterol, dan uji sifat fisikokimia sampel. Diperoleh bahwa campuran ekstrak rosella dan bekatul beras hitam dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 68,39±0,26% dengan kandungan total antosianin, total fenolik, dan total flavonoid yang cukup tinggi serta kualitas serbuk yang baik berdasarkan uji sifat fisikokimia.

Anes Arjuni, anggota tim lainnya, menyatakan, ini adalah langkah awal yang sangat positif. Hasil penelitian menunjukkan potensi besar dalam menurunkan kolesterol dengan bahan alami.

Penemuan ini membuka peluang besar untuk memanfaatkan bahan alami dalam mengatasi masalah kolesterol tinggi. Dengan formulasi serbuk yang mudah dikonsumsi, diharapkan adanya penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap produk formulasi minuman serbuk tersebut.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Luna Azahara berharap temuan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Solusi untuk masalah kesehatan dapat ditemukan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar kita.

Rani Mutiara, anggota tim lainnya menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam penelitian ini. Harapannya hasil penelitian kami bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Khoirun Nafisah
Khoirun Nafisah
Mahasiswi periset

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.