Dark/Light Mode

Nyanyikan “Di Sini Senang di Sana Senang”

Mendikdasmen Ajak Pramuka WMSJ Jadi Generasi Agile

Kamis, 11 September 2025 14:14 WIB
Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu’ti, memberikan sambutan pada Scout Wisdom Forum WMSJ 2025, di Cibubur, Kamis (11/9/2025). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)
Mendikdasmen, Prof. Abdul Mu’ti, memberikan sambutan pada Scout Wisdom Forum WMSJ 2025, di Cibubur, Kamis (11/9/2025). (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, mengajak generasi muda Muslim untuk tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat, tangguh, berkarakter, dan siap memimpin. Ajakan ini disampaikan Mendikdasmen dalam sambutannya pada Scout Wisdom Forum di ajang World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025, di Bumi Perkemahan Cibubur, Kamis (11/9/2025).

WMSJ adalah Jambore Pramuka Muslim Pertama di Dunia yang diselenggarakan pertama kali di Indonesia, yang diinisiasi Pondok Modern Gontor dalam momentum 100 tahun usianya. Digelar pada 9-14 September, WMSJ diikuti 15.333 peserta. Tema kegiatan ini adalah: “We are Muslim—Civilized, United and Peaceful”.

Baca juga : Rayakan Hari Satwa, Royal Safari Garden Ajak Tamu Jaga Kelestarian Alam

Dalam suasana penuh keakraban, Mendikdasmen mengajak peserta menyanyikan lagu “Di Sini Senang di Sana Senang” sebagai simbol kebersamaan. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pondok Modern Gontor yang berperan penting dalam meletakkan dasar pendidikan pesantren modern di Indonesia.

“Saya bukan alumni Gontor, tetapi sebagai pendidik, praktisi, dan menteri, saya berterima kasih kepada Gontor yang telah melahirkan generasi dengan kepemimpinan kuat, akhlak mulia, ketakwaan, serta cinta tanah air, cinta damai, dan cinta sesama umat manusia,” ujarnya.

Baca juga : Busan Olah Sampah Jadi Energi Bersih

Mendikdasmen menekankan, kegiatan seperti WMSJ sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mencetak generasi yang kuat, terutama di tengah fenomena yang “generasi strawberry” — generasi yang kreatif dan menarik, tetapi mudah menyerah serta rapuh menghadapi tantangan.

“Strawberry memang indah dipandang, tetapi ketika terkena terik matahari, ia mudah layu. Begitu pula dengan anak muda yang rapuh, mudah sakit hati, dan gampang putus asa. Inilah yang disebut fragile generation,” jelasnya.

Baca juga : Tom Lembong Mengaku Masih Syok Jadi Tersangka Korupsi

Menurutnya, kegiatan seperti WMSJ dapat menjadi jawaban untuk mengubah fragile generation (generasi yang rapuh) menjadi agile generation. Yaitu generasi yang adaptif, tahan banting, dan mampu menghadapi perubahan zaman dengan percaya diri.

Dengan penuh harap, Mendikdasmen menegaskan, WMSJ bukan sekadar ajang perkemahan internasional, melainkan momentum kebangkitan pemuda Muslim dunia untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai perdamaian, toleransi, serta kepemimpinan berkarakter.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.