Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gerakan Meja Belajar di NTT: Upaya Membangun Budaya Belajar Siswa
Kamis, 4 Juni 2026 18:53 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengeluarkan kebijakan Gerakan Meja Belajar (GMB). Gerakan tersebut mewajibkan anak belajar selama 1,5 jam di rumah yang sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 24 tahun 2026.
Kebijakan ini tidak hanya diperuntukkan pada siswa, melainkan untuk orang tua siswa juga untuk mendapingi anak selama belajar. Saat menemani anak belajar, orang tua dilarang memegang gawai, sehingga anak merasa ditemani.
Baca juga : Lokakarya Membaca Nyaring: Upaya Kemendikdasmen Bangun Kebiasaan Literasi Dini
Menurut saya, kebijakan Gerakan Meja Belajar merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan budaya belajar di lingkungan keluarga, mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan anak dapat lebih fokus dalam belajar. Kebijakan ini dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pendidikan tidak hanya merupakan tanggung jawab dari guru yang ada di sekolah melainkan juga merupakan tanggung jawab dari orang tua, jadi saya setuju pemerintah mengadakan kebijakan gerakan meja belajar karena melibatkan peran penting guru dan orang tua. Orang tua merupakan lingkungan pertama dalam peran penting membetuk karakter anak. Dengan adanya kebijakan tersebut yang menggunakan jam belajar yang teratur, anak akan belajar disiplin dan memiliki kesempatan untuk belajar dengan suasana yang lebih nyaman di rumah.
Baca juga : KPK Temukan Dugaan Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bea Cukai
Kebijakan ini dibuat karena semakin tinggi penggunaan gawai di kalangan anak dan remaja. Pada dasarnya, gawai tidak hanya berguna sebagai sarana hiburan tetapi juga dapat menjadi sarana belajar, namun pada nyatanya gawai lebih sering digunakan sebagai sarana hiburan sehingga mengurangi waktu belajar. Dengan adanya kebijakan Gerakan Meja Belajar, anak diarahkan untuk lebih fokus belajar selama 1,5 jam tanpa gangguan penggunaan gawai. Pendampingan orangtua selama kegiataan belajar dapat membantu anak memahami materi lebih baik dan meningkatkan kosentrasi anak selama belajar.
Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada aturan pemerintah. Adanya komitmen orang tua untuk mendampingi anak selama kegiatan belajar juga menjadi salah satu alasan kebijakan ini dapat berhasil. Peran masyarakat dan lingkungan sekitar juga penting agar suasan belajar lebih nyaman. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kerja sama antar orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Jika anak belajar tanpa pengawasan dan pendampingan dari orang tua, maka tujuan dari kebijakan ini tidak akan tercapai dengan baik.
Baca juga : Gerakan Pilah Sampah di Jakarta Bukan Sekadar Seremonial
Gerakan Meja Belajar merupakan kebijakan yang layak didukung karena dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan karakter anak di Indonesia. Melalui kerja sama orang tua, guru dan masyarakat, tujuan dari kebijakan ini yaitu mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan dan meningkatkan budaya belajar, dapat tercapai secara optimal. Kebijakan ini dihadirkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mencerdaskan anak bangsa untuk menghadapi masa depan.
LAILLI ANGGRAINI
Mahasiswa PGSD
Mahasiswa PGSD
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya