Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PkM Unisba Hadirkan Solusi Sanitasi dan Digitalisasi Bagi PKL
Rabu, 5 Agustus 2026 19:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Studi Profesi Apoteker Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadirkan solusi pemberdayaan bagi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Ranggagading, Bandung.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), para pedagang didorong meningkatkan sanitasi, keamanan pangan, hingga memperluas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ketua Tim PkM Bertha Rusdi mengatakan, program tersebut dilaksanakan melalui skema PkM Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi para pedagang.
Hasil identifikasi menunjukkan masih terdapat kendala dalam penerapan sanitasi. Hanya sekitar 7 persen pedagang yang memiliki akses terhadap air bersih mengalir.
Sementara sebagian besar masih menggunakan air secara berulang untuk mencuci peralatan, sehingga berpotensi memengaruhi kebersihan dan keamanan pangan.
"Melihat kondisi tersebut, kami menghadirkan bak cuci piring berbasis teknologi tepat guna yang terhubung dengan air bersih. Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong praktik pencucian peralatan yang lebih higienis," kata Bertha dalam keterangannya Rabu (5/8/2026).
Baca juga : PERADI Profesional & UNISBA Jalin Kemitraan Strategis, Perkuat Pendidikan Hukum
Selain penyediaan sarana sanitasi, tim PkM juga memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbasis prebiotik yang merupakan hasil riset tim. Melalui pelatihan tersebut, para pedagang tidak hanya menggunakan produk, tetapi juga memahami proses pembuatannya.
Menurut Bertha, inovasi sabun cuci piring berbasis prebiotik dikembangkan untuk membantu membersihkan peralatan sekaligus mendukung efisiensi penggunaan air.
Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu farmasi dalam menjawab persoalan sanitasi masyarakat.
"Kami ingin para pedagang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri, termasuk dalam menjaga kebersihan peralatan yang digunakan untuk berjualan," ujarnya.
Tim PkM Unisba juga memberikan edukasi mengenai keamanan pangan, mulai dari pentingnya penggunaan air bersih, kebersihan proses pengolahan makanan, hingga penanganan dan penyimpanan produk agar tetap aman dikonsumsi.
"Pedagang merupakan bagian dari rantai penyediaan pangan yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Karena itu, pengetahuan mengenai keamanan pangan penting untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari," ujar Bertha.
Baca juga : Reses Di Taman Sari, Jupiter Dicurhati Soal Speed Bump Hingga Sanitasi
Tak hanya berfokus pada sanitasi, program pemberdayaan tersebut juga menyasar aspek pengembangan usaha.
Para PKL mendapatkan pendampingan untuk memperluas pemasaran melalui platform jual beli digital, mulai dari proses pendaftaran, penggunaan fitur, simulasi transaksi, hingga pengelolaan harga berdasarkan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).
"Dengan memahami HPP, pedagang dapat menentukan harga jual secara lebih tepat sehingga keuntungan tetap terjaga," ujarnya.
Untuk mendukung transformasi digital, tim juga menerapkan strategi offline-to-online melalui pemasangan media promosi berupa stiker QR Code dan banner pada gerobak.
Langkah tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas melalui layanan pesan antar.
"Kami tidak hanya membantu dari sisi produk dan sanitasi, tetapi juga membuka akses pasar agar pedagang mulai masuk ke ekosistem digital," tuturnya.
Baca juga : Gelar PKM Dikti 2026, Unisba Berdayakan Komunitas Arsitek Desa
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, Tim PkM Unisba turut menyusun dua modul edukatif, yakni Modul Literasi Pemasaran Digital Usaha Mikro Pangan dan Modul Panduan Penyiapan Produk Pangan yang Aman bagi Kesehatan.
Kedua modul tersebut diharapkan menjadi panduan bagi para pedagang untuk terus menerapkan keamanan pangan serta mengembangkan pemasaran digital secara mandiri setelah program berakhir.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 melalui penyerahan sarana sanitasi dan produk kepada para mitra.
Bertha berharap program tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi PKL Ranggagading, baik dalam menjaga kebersihan, meningkatkan kualitas pangan, maupun mengembangkan usaha.
"Kami ingin apa yang diberikan benar-benar digunakan dan memberikan perubahan yang bisa dirasakan oleh mitra. Pengabdian Unisba tidak berhenti saat kegiatan selesai, tetapi terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya