Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sentimen Ekonomi Dalam Negeri Jadi Vitamin Buat Rupiah

Jumat, 19 Nopember 2021 09:22 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang akhir pekan, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,05 persen di level Rp 14.213 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.220 per dolar AS.

Sementara mayoritas mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,08 persen, ringgit Malaysia minus 0,02 persen, won Korea Selatan turun 0,27 persen dari dolar AS, dolar Singapura melemah 0,1 persen, dolar Hong Kong minus 0,01 persen, dan yen Jepang minus 0,03 persen. 

Berita Terkait : IWAPI-Polri Gelar Vaksin Massal Di Banten

Indeks dolar AS yang mengukur terhadap sekeranjang mata uang utama saingannya, turun 272 persen pada 95,553. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,17 persen ke level Rp 16.122, terhadap poundsterling Inggris naik 0,13 persen ke level Rp 19.145, dan terhadap dolar Australia 0,06 persen ke level Rp 10.325.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra melihat, nilai tukar rupiah berpotensi kembali menguat hari ini. Hal tersebut lantaran pelaku pasar berekspektasi neraca berjalan Indonesia surplus pada kuartal III 2021.

Berita Terkait : Wapres Minta Rakyat Melek Ekonomi Dan Keuangan Syariah

"Rupiah mungkin bisa menguat hari ini terhadap dolar AS dengan potensi surplus neraca berjalan Indonesia kuartal III 2021 yang dirilis hari ini," kata Ariston di Jakarta, Jumat (19/11).

Sementara Ariston bilang, pelaku pasar juga masih khawatir dengan lonjakan inflasi di beberapa negara. Hal ini akan membuat rupiah sulit menguat tinggi.

Berita Terkait : Fondasi Ekonomi Pancasila, Perlu Peran Aktif Koperasi

Ia memproyeksi rupiah hari ini berpotensi menguat di rentang Rp 14.180 per dolar AS sampai Rp 14.250 per dolar AS. [DWI]