Dewan Pers

Dark/Light Mode

Danone SN Indonesia Sabet Peringkat Silver Di ASRRAT 2021

Senin, 22 Nopember 2021 14:52 WIB
Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto (tengah) saat menerima penghargaan Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021. (Foto: Dok. Danone)
Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto (tengah) saat menerima penghargaan Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021. (Foto: Dok. Danone)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Keberlanjutan Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia 2019-2020 meraih rating Silver dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021 yang diselenggarakan National Center for Sustainability Reporting (NCSR). Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, dalam prosesnya, ada tiga aspek penilaian di ajang tersebur yaitu dampak lingkungan, sosial dari aktivitas perusahaan, dan pencapaian SDGs.

Danone SN Indonesia menerbitkan laporan keberlanjutan setiap dua tahun sekali yang merupakan wujud komitmen perusahaan untuk beroperasi dengan menerapkan standar pelaporan yang transparan atas praktik bisnis berkelanjutan, sekaligus mengupayakan keberlanjutan sesuai dengan visi One Planet One Health. Perusahaan percaya bahwa kesehatan planet dan kesehatan manusia saling berkaitan.

Rating yang diberikan ini menunjukkan bahwa laporan yang dikeluarkan telah sejalan dengan Global Reporting Initiative (GRI) yang merupakan sebuah standar pelaporan yang digunakan secara global di seluruh dunia. “Kami bertekad untuk melakukan bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kami juga menyadari bahwa transparansi akan operasional bisnis kami menjadi hal yang utama," kata Vera, dalam keterangannya, Senin (22/11).

Berita Terkait : Usai Indonesia Masters, Antonsen Cs Siap Tempur Di Ajang BWF Super 1.000

Untuk itu, pihaknya membuat laporan berkelanjutan yang diluncurkan secara berkala untuk memberikan informasi terkait aktivitas bisnis kami kepada para pemangku kepentingan. Ia menerangkan, laporan berkelanjutan merupakan kesempatan Danone SN Indonesia menyampaikan tanggung jawab dalam mewujudkan misi ganda perusahaan yaitu sosial dan bisnis. Melalui laporan keberlanjutan pula, dapat diketahui kontribusi perusahaan atau organisasi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pelaporan keberlanjutan memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan utama tentang dampak keberlanjutan terhadap kegiatan bisnis utama perusahaan, dan tindakan strategis yang diambil perusahaan dalam menanggapi dampak tersebut. "Dengan demikian, pelaporan keberlanjutan mencerminkan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan urusan bisnis secara bertanggung jawab agar para pemangku kepentingan dapat mengevaluasi pelaksanaannya," tandasnya.

Ketua NCSR Ali Darwin mengatakan, aksi keberlanjutan memerlukan inovasi dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, dan aksi tersebut perlu diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Ali menjelaskan, acara ini diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah membuat laporan keberlanjutan. "Juga mendorong peningkatan baik kuantitas maupun kualitas laporan yang diberikan oleh perusahaan," terangnya.

Berita Terkait : Pesta Kembang Api Warnai Penutupan Indonesia Masters 2021

Ketua Dewan Juri ASRRAT 2021 Prof Eko Ganis mengatakan, spirit lestari membangun makna hidup dalam bingkai keseimbangan yang baik secara sosial, lingkungan, ekonomi, teknologi dan spiritual. Eko menjelaskan bahwa tahun ini, proses penilaian laporan dilakukan oleh 20 orang asesor, yang merupakan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Mereka semuanya memiliki kompetensi sebagai asesor karena telah memiliki sertifikat spesialis laporan keberlanjutan yang dikeluarkan oleh NCSR yang disebut Certified Sustainability Reporting Specialist (CSRS)," tutur Prof Eko.

Ia menambahkan, laporan keberlanjutan Danone SN Indonesia yang disampaikan kepada NCSR disiapkan sesuai dengan Standar GRI, sebuah organisasi standar independen internasional yang membantu bisnis, pemerintah, dan organisasi lainnya untuk memahami dan mengomunikasikan dampak mereka berkaitan dengan isu seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan korupsi. [SAR]