Dark/Light Mode

Chandra Asri Tunjuk 4 Kontraktor FEED Global Garap Proyek CAP2

Selasa, 23 November 2021 17:34 WIB
Penandatangan kerja sama Chandra Asri dengan empat kontraktor global untuk FEED kompleks Petrokimia kedua. (Foto: ist)
Penandatangan kerja sama Chandra Asri dengan empat kontraktor global untuk FEED kompleks Petrokimia kedua. (Foto: ist)

 Sebelumnya 
Associate Director PT Haskoning Indonesia, Lauren Peeters mengatakan, pihaknya merasa tersanjung sekaligus bersemangat untuk melanjutkan dukungan kami kepada Chandra Asri dalam proyek CAP2. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menyiapkan desain fasilitas marine yang canggih secara teknis, berkelanjutan, dan ekonomis untuk memastikan kelancaran pengoperasian pabrik baru sepanjang masa pakainya. 

“Dengan demikian, kami ingin menyoroti bahwa Royal Haskoning DHV akan memanfaatkan pengetahuan kelas dunia dan keahlian globalnya dalam mengembangkan marine terminals,” tukasnya.

Sebelumnya pada Juli 2021, Chandra Asri memilih Thaioil sebagai investor strategis untuk bermitra dalam pengembangan CAP2, setelah melalui proses seleksi yang ketat dan komprehensif. 

Baca juga : Mendagri Tunjuk Suhajar Diantoro Jadi Plt Sekjen

Pada bulan September 2021, Chandra Asri berhasil menyelesaikan proses Penawaran Umum Terbatas yang berhasil mengumpulkan modal ekuitas tambahan sebesar Rp 15,5 triliun (1,1 miliar dolar AS). 

Transaksi tersebut merupakan salah satu rights issue terbesar yang pernah dilakukan di BEI, dan memberikan dasar ekuitas yang solid bagi Perseroan untuk melanjutkan rencananya mengembangkan CAP2 dengan Neraca Keuangan yang kokoh.

Pada Oktober 2021, Chandra Asri mengumumkan MOU dengan Aramco Trading Company untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk CAP2, langkah lanjut setelah adanya komitmen Thaioil untuk juga memasok nafta dan LPG.

Baca juga : Bupati Banjarnegara Wajibkan Kontraktor Pake Peralatan Proyek Dari PT Bumi Rejo

Kompleks petrokimia kedua Chandra Asri atau CAP2 merupakan upaya Perseroan dalam menjawab tantangan dan peluang yang muncul dari pertumbuhan permintaan produk petrokimia dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor. 

Kompleks terbaru berskala global ini nantinya akan terdiri terintegrasi sepenuhnya dengan pabrik Chandra Asri yang telah ada di Cilegon dan akan terdiri dari Naphtha Cracker, Butadiene, High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), Aromatic (Benzene, Toluene, dan Mixed Xylenes), serta Low Density Polyethylene (LDPE) – yang juga akan menjadi pabrik LDPE pertama di Indonesia. 

Kompleks CAP2 nantinya akan menambah kapasitas total produksi Perseroan dari 4,2 juta ton menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun. Hal ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi industri petrokimia hilir lokal, mengurangi beban impor, serta mendukung penciptaan lapangan kerja dan cita-cita Industri 4.0 di Indonesia. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.