Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kas Cekak Dan Utang Segunung, Keberlangsungan Operasional Indosat Ooredoo H3I Dipertanyakan
Selasa, 30 November 2021 14:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah 4 tahun tak bagi dividen, menjelang merger dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I), Indosat langsung menguras kasnya dengan tebar dividen Rp 9,5 triliun. Dividen terdiri dari dividen tahunan (Rp 4,5 triliun) dan dividen interim (Rp 5 triliun).
Pengamat pasar modal dari Nusantara Investama Kuntho Priyambodo menilai, pembagian dividen ini merupakan yang terbesar selama kurun waktu 10 tahun terakhir.
Tahun 2017, Indosat membagikan dividen Rp 1,1 triliun. Sementara pada tahun 2018 hanya bagikan dividen Rp 397 miliar. Setelah itu, hingga 2021, Indosat tak lagi membagikan dividen.
Baca juga : Kemenperin Kebut Pembangunan Kawasan Industri Halal
Kuntho menilai, lazim, jika perusahaan menghabiskan kas perusahaan dinilai menjelang merger. Meski wajar, menurut Kuntho, seharusnya pembagian dividen tidak mengganggu kas dan operasional perseroan, kewajiban ke karyawan dan pelanggan IM2, komitmen pembangunan ke negara, serta kewajiban membayar uang pengganti di kasus korupsi IM2.
Mengacu laporan keuangan September 2021, kas di Indosat hanya Rp 11 triliun. Artinya pasca tebar dividen, kas Indosat hanya tersisa Rp 1,5 triliun. Padahal CAPEX tahunan Indosat selama ini Rp 8 triliun.
"Pembagian dividen interim memang sudah diumumkan sebelumnya. Namun dividen tahunan yang ditarik dari laba ditahan, tak ada disclosure di rencana merger. Dengan disisakan kas Rp 1,5 triliun, operasional Indosat dipastikan 'terseok-seok'. Alangkah baik jika perusahaan tetap menjaga retain earnings besar agar bisa bersaing di tengah kompetisi yang tinggi di industri telko," ungkap Kuntho, Selasa (30/11).
Baca juga : Jokowi Tegaskan Kebutuhan Nasional Bisa Dipenuhi Petani Lokal
Memang, Indosat bisa menambah likuiditas dengan terbitkan obligasi atau meminjam uang dari bank. Dengan rasio hutang dan ekuitas (debt to equity ratio) 2,7x, Kuntho percaya, tak akan mudah bagi Indosat untuk mendapatkan pendanaan dengan bunga yang kompetitif.
Sebenarnya, Indosat memiliki pilihan untuk mengembangkan usahanya melalui dana murah dengan menjaga retain earnigs dari hasil penjualan aset perusahaan yang bisa diinvestasikan kembali. Bukan malah bagi dividen dan pinjam ke bank atau menerbitkan obligasi yang dapat menaikan rasio hutang.
"Dengan dividen tahunan yang ditarik dari retain earnigs, maka DER Indosat akan melesat menjadi 3,6x. Ini jauh di atas rival terberat mereka, XL yang memiliki DER 2,45x. Kinerja kinclong Indosat tahun ini karena penjualan tower. Bukan dari operasional organik. Ketika penjualan tower dihilangkan, laba perseroan masih merah," bebernya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya