Dark/Light Mode

Kas Cekak Dan Utang Segunung, Keberlangsungan Operasional Indosat Ooredoo H3I Dipertanyakan

Selasa, 30 November 2021 14:57 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Strategi mengeluarkan banyak cash di sisi operasi perusahaan memang umum dilakukan melalui parent atau pemegang saham utamanya.

Selain itu skema “Tax Evasion atau Tax Engineering” dengan selalu mengkerdilkan emiten, juga lazim dilakukan manajemen untuk menghindari kewajiban ke negara. Ini menjadi hal yang sangat tidak baik dan merugikan pemegang saham minoritas/publik serta negara sebagai penerima manfaat pajaknya.

Untuk hal ini SRO serta Kemenkeu harus bisa melihat dan me-labeling perusahaan yang melakukan rekayasa pendapatan/rekayasa perpajakan sebagai “bad ethics management company”.

Baca juga : Kemenperin Kebut Pembangunan Kawasan Industri Halal

"Laporan keuangan operator telekomunikasi yang terus merugi patut diduga lakukan Tax Evasion atau Tax Engineering. Kemenkeu melalui Ditjen Pajak dan SRO (self regulatory organization) atau regulator pasar modal harus jeli melihat modus Tax Evasion atau Tax Engineering ini," terang Kuntho.

Dengan kondisi keuangan yang berat, Kuntho melihat rencana merger Indosat H3I yang dibuat Kantor Jasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan (RSR) sebagai penilai independen, dinilai akan meleset jauh. Sebab dua perusahaan ini merupakan perusahaan 'sakit'.

Melihat laporan keuangan Maret 2021, ekuitas H3I minus Rp 257 miliar. Ekuitas H3I terus tergerus akibat akumulasi kerugian di 3 tahun terakhir. Rugi bersih H3I juga terbilang spektakuler yaitu Rp 1,7 triliun. Bahkan 3 tahun terakhir, H3I tak pernah membukukan keuntungan.

Baca juga : Jokowi Tegaskan Kebutuhan Nasional Bisa Dipenuhi Petani Lokal

Akibat perusahaan yang terus merugi, kemampuan mereka menggelar jaringan dan pertahankan kualitas layanan juga terbatas. Ini tercermin dari penjualan H3I yang stagnan hanya Rp 3,3 triliun. Sehingga, merger ini diprediksi tidak membawa ke arah perbaikan, baik untuk Indosat maupun H3I.

"Dengan memaksakan pembagian dividen Indosat yang besar, beban perseroan akan semakin berat. Ditambah dengan beban kinerja keuangan H3I yang jauh lebih sulit dari Indosat. SRO, Kominfo, dan KPPU harus melihat dengan jeli dalam berikan izin merger Indosat H3I," imbaunya.

Dengan potensi tekanan likuiditas ini, Kuntho melihat komitmen pembangunan jaringan telekomunikasi yang dilakukan Indosat H3I akan meleset dari dokumen merger mereka. Janji untuk menggelar jaringan ke negara, juga akan sulit mereka penuhi.

Baca juga : Belanda Dukung Pengembangan Pariwisata di Kawasan Danau Toba

"Sudah tepat jika Kominfo tarik frekuensi perusahaan hasil merger Indosat H3I. Dengan perseroan yang berpotensi mengalami kesulitan cash flow, harusnya Kominfo dapat menarik lebih banyak lagi frekuensi Indosat H3I," tutup Kuntho. [MRA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.