Dewan Pers

Dark/Light Mode

Potensial Kerek Pendapatan

Garuda Indonesia Bidik Rute Umrah

Rabu, 1 Desember 2021 06:50 WIB
Ilustrasi Jemaah haji Indonesia menaiki pesawat sebelum menuju Tanah Suci. (Foto: ANTARA).
Ilustrasi Jemaah haji Indonesia menaiki pesawat sebelum menuju Tanah Suci. (Foto: ANTARA).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tak mau kehilangan kesempatan menggarap layanan penerbangan umrah. Maskapai pelat merah itu sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan pasar potensial tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, pihaknya telah mengajukan proposal untuk membuka layanan perjalanan umrah. Proposal itu merupakan penerbangan secara langsung tanpa transit.

“Tentunya kami akan selalu mempersiapkan diri, sambil menunggu detail aturannya seperti apa,” jelasnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : SoKlin Pewangi Dukung Wanita Muda Indonesia Tampil Percaya Diri

Seperti diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) akan membuka kembali perjalanan umrah per 1 Desember 2021, pasca dibukanya suspend dari pihak Otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021.

Menurut Irfan, Garuda Indonesia telah menganalisis berbagai kemungkinan rencana pembukaan layanan umrah. Berdiskusi dengan banyak pihak untuk mengurangi masalah di kemudian hari. Salah satunya terkait kompleksitas penumpang yang baru pertama kali umrah.

Pengamat penerbangan dan analis independen bisnis penerbangan nasional, Gatot Rahardjo menilai, layanan penerbangan umrah merupakan pasar yang sangat potensial. Sehingga sudah seharusnya ini ditangani langsung oleh Garuda, sebagai maskapai penerbangan pelat merah.

Berita Terkait : Peningktan Literasi Tidak Boleh Setengah Hati

“Itu pasar gemuk sepanjang tahun, di samping haji yang waktunya tertentu. Saat ini sepertinya pesawat Garuda yang biasa ke Timur Tengah masih ada, yaitu A330. Jadi sepertinya tidak akan ditutup,” kata Gatot kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Jika perjalanan umrah sudah efektif dibuka, diharapkannya, Garuda diberi tambahan slot agar pendapatannya naik sehingga bisa menunjang restrukturisasinya.

“Tentu Pemerintah juga tak melupakan maskapai nasional lainnya, karena ini pasarnya besar dan berjalan sepanjang tahun,” ucap Gatot.
 Selanjutnya