Dewan Pers

Dark/Light Mode

Agar Tak Hanya Sebatas Narasi

Airlangga: Penting, Musyawarah dan Mufakat dalam Presidensi G20 Indonesia

Kamis, 2 Desember 2021 18:33 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Humas Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Humas Ekon)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global.

Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Presidensi G20 Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021, hingga Oktober 2022.

Sebelum memulai acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan kepada Chairs Working Group dan Engagement Group G20 di Jakarta.

Berita Terkait : Airlangga Targetkan Kerja Sama Nyata Dalam Presidensi G20

“Presidensi G20 Indonesia merupakan hari yang bersejarah. Memang biasanya, dalam G20 pada hari pertama berjalan begitu saja, tidak ada yang membuat ceremony. Tapi, kita ingin cara yang berbeda. Agar awareness tentang G20 ini juga muncul di tengah masyarakat Indonesia,” kata Airlangga, Rabu (1/12).

Para Working Group dan Engagement Group yang terlibat dalam Presidensi G20 Indonesia adalah Parliament 20 (Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia), Supreme Audit Institution 20 (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia), Employment Working Group, Development Working Group, energy Trasition Working Group, Environment and Climate Sustainability Working Group, dan Anti-Corruption Working Group.

Selain itu, juga ada dari sektor Trade, Investment, and Industry Working Group, Agriculture Working Group, Education Working Group, Culture Working Group, Research and Higher Education, Health Working Group, Tourism Working Group, Urban-20, Business 20, Civil 20, Think 20, Labour 20, Science 20, Women 20, Youth 20, dan Empower Initiative.

Berita Terkait : Partai Gelora: Perubahan Iklim, Ancaman Terbesar Bagi Keamanan Indonesia

Airlangga yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Pambudi, Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman, dan Staf Khusus Penguatan Progam-Program Prioritas Kementerian Luar Negeri Dian Triansyah Djani mengatakan, presidensi ini merupakan suatu hal yang membanggakan. Karena ini adalah kali pertama negara berkembang menjadi Presidensi G20.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Presidensi G20 Indonesia ini diharapkan tidak hanya sekadar ceremony dan menghasilkan narasi, tetapi juga ada hasil konkret dan nyata bagi Indonesia dan dunia.

"Untuk membuat kegiatan ini tidak hanya narasi, konvergensi kepemimpinan Indonesia menuju prioritas yang diarahkan, sangat diperlukan. Kita juga harus membangun komunikasi yang baik, dan mengutamakan apa yang menjadi ciri khas Indonesia, yaitu musyawarah dan mufakat," papar Airlangga.

Berita Terkait : Peparnas Papua Ajang Atlet Muda Torehkan Prestasi Dan Regenerasi

"Koordinasi produktif antar Kementerian/Lembaga diharapkan mengerucut terhadap 3 hal terkait penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. Sehingga legacy Indonesia terhadap 3 poin tersebut bisa bermanfaat,” imbuhnya.
 Selanjutnya