Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kadin Terapkan 4 Pilar Sambut Presidensi G20 Indonesia

Jumat, 3 Desember 2021 16:29 WIB
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo berbincang dengan Ketua Dewan Usaha Kadin Chairul Tanjung (berbatik), di sela Rapat Gabungan Kadin, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (3/12). (Foto: Istimewa)
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo berbincang dengan Ketua Dewan Usaha Kadin Chairul Tanjung (berbatik), di sela Rapat Gabungan Kadin, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (3/12). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengungkapkan, dalam membantu pemulihan ekonomi nasional 2022 serta menyambut kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20, pihaknya akan mengedepankan Empat Pilar Kadin. Terdiri dari Penguatan Kesehatan; Pengembangan Ekonomi Daerah; Kewirausahaan dan Kompetensi; serta Penguatan Internal Organisasi.

"Khusus Penguatan Kesehatan, selain menjadi mitra Pemerintahan dalam penanganan pandemi Covid-19, Kadin juga akan memastikan kedaulatan ekonomi Indonesia di sektor kesehatan. Mengingat berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, pada tahun anggaran 2021, pemesanan alat kesehatan produksi dalam negeri jumlahnya hanya mencapai Rp 2,9 triliun. Sementara pemesanan alat kesehatan impor jumlahnya empat kali lebih besar, mencapai Rp 12,5 triliun," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai mengikuti Rapat Gabungan Kadin, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Jumat (3/12).

Berita Terkait : Jokowi Apresiasi Tim Thomas Indonesia

Turut hadir para pengurus Kadin, antara lain Ketua Umum Arsjad Rasjid, Ketua Dewan pertimbangan Anindya Bakrie, Ketua Dewan Usaha Chairul Tanjung, Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Pengembangan Keuangan Digital Pandu Sjahrir.

Ketua MPR ini menjelaskan, tidak hanya memajukan korporasi, Kadin juga terlibat dalam memajukan UMKM. Khususnya dalam mendampingi pelaku UMKM menyongsong era ekonomi digital. Sehingga menjadikan UMKM tidak hanya mampu bertahan ditengah gempuran sistem ekonomi liberal, namun juga mampu meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia.

Berita Terkait : Stigma Negatif Masyarakat Hambat Eliminasi HIV AIDS Di Indonesia

"Mengingat Presiden Joko Widodo sudah menargetkan pada tahun 2024 nanti setidaknya sudah ada 30 juta UMKM yang terhubung dengan ekonomi digital. Sehingga, proyeksi Google bahwa nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 bisa mencapai 146 miliar dolar AS (setara Rp 2.100 triliun) juga harus dinikmati UMKM. Pada tahun ini saja, nilai ekonomi digital Indonesia sudah mencapai 70 miliar dolar AS (setara Rp 1.011 triliun), tumbuh hingga 49 persen (YoY) dari capaian 2020 senilai 47 miliar dolar AS (setara Rp 679 triliun)," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, Kadin Indonesia menyambut ekonomi Indonesia 2022 dengan penuh optimisme. Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 berada di kisaran 4,7 persen yoy hingga 5,5 persen YoY. Lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,6-5,4 persen. Bahkan lembaga Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan meningkat mencapai 6,8 persen. Sementara Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5 persen pada tahun 2022.

Berita Terkait : Kemenparekraf Nobatkan Banda Aceh Sebagai Kota Kreatif Indonesia 2021

"Karenanya, penguatan internal organisasi sangat diperlukan agar optimisme tersebut juga dibarengi dengan aksi nyata. Sehingga berbagai proyeksi tersebut tidak hanya berakhir di atas kertas saja, melainkan bisa benar-benar terwujud," pungkas Bamsoet. [USU]