Dark/Light Mode

Petugas Pengambil Contoh Penting untuk Pengawasan Mutu Produk Hortikultura

Senin, 3 Juni 2019 12:20 WIB
Seorang tenaga Pembina dan Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) sedang melakukan tugas (Foto: Humas Kementan)
Seorang tenaga Pembina dan Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) sedang melakukan tugas (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk menghasilkan pangan yang baik, diperlukan tenaga pengawas yang baik pula. Untuk menciptakan tenaga Pembina dan Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) berkompeten, Ditjen Hortikultura menyelenggarakan Pelatihan Petugas Pengambilan Contoh (PPC) yang dilaksanakan beberapa hari lalu di Bogor. Tujuannya adalah menciptakan tenaga PMHP yang mahir dalam pengawasan mutu produk hortikultura dalam setiap rantai pasokan. Hal ini sesuai dengan tupoksi PMHP guna melakukan pengawasan, pengujian, serta pengembangan sistem dan metode pengawasan mutu hasil pertanian sesuai standar.

Salah satu butir yang dilakukan adalah pengambilan contoh. PPC merupakan petugas dari laboratorium penguji yang disertifikasi oleh lembaga sertifikasi personal petugas pengambil contoh sesuai pedoman Badan Standardisasi Nasional. Pelatihan PPC di lapang dimaksudkan untuk memberi pembekalan tentang teknik sampling, preparasi, quality control dan pelaporan sampling sehingga hasil pengujian/inspeksi akurat dan dapat memenuhi standar.

Baca juga : Suasana Mudik Mulai Terasa di Soekarno-Hatta

Pelatihan ini sangat berguna terutama bagi industri dan instansi pemerintah. Kegiatan ini bertujuan mempermudah pelaksanaan sampling baik yang bertujuan untuk inspeksi maupun untuk pengujian produk pangan.

"Metode yang diajarkan dalam pelatihan berupa pemberian materi, diskusi kasus, praktek dan presentasi sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar internasional seperti CODEX," ujar Ivone Frenandez, salah pengajar.

Baca juga : Pengawasan Pangan di Lebak Diperketat

Salah satu peserta dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabanan, Vonny Tanone menyampaikan bahwa teknik dan metode pengambilan contoh yang dipelajari akan sangat membantu tugas sehari-hari dalam melakukan pengawasan mutu. Pengawasan tersebut meliputi produk yang beredar di pasaran, di collecting house milik gapoktan maupun packing house yang ada di eksportir.

"Saat ini di Tabanan sudah banyak eksportir, khususnya manggis untuk pasar ekspor ke China," ujar Vonny.

Baca juga : Pemerintah Kudu Awasi Khusus Produk Pertanian

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura Yasid Taufik mengharapkan, kegiatan tersebut dapat meningkatan pengetahuan dan kapabilitas fungsional PMHP sebagai petugas pengambil contoh di lapangan.

"Selain itu diharapkan dapat memberikan kepercayaan diri bagi para pelaku bisnis pertanian dalam mengambil keputusan berdasarkan pengujian dan inspeksi," ujar Yasid. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.