Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Mau Kalah Dengan Pertashop Pertamina
Pupuk Indonesia Targetkan Seribu Kios
Senin, 13 Desember 2021 10:26 WIB
Sebelumnya
Untuk menutupi kekurangan pupuk, perusahaan yang dinahkodai Bakir ini harus membangun pabrik-pabrik baru. Dimana saja, baik dalam maupun luar negeri. Dimana ada gas yang baru di dalam negeri maupun di luar negeri, Pupuk Indonesia akan menancapkan kakinya untuk pengembangan pabrik pupuk baru.
Kondisi ini, menjadi tantangan tersendiri. Ngebut membangun pabrik demi mencukupi kebutuhan pupuk petani. Untungnya, Pupuk indonesia punya anak perusahaan yang jago bangun pabrik. Namanya PT Rekayasa Industri (Rekind). Sehingga tidak tergantung pada kontraktor asing.
“Bayangkan kalau Indonesia tidak punya kemampuan EPC (Engineering Procurement Construction), kemampuan membangun pabrik, kita akan terus dijajah oleh kontraktor asing yang harganya akan sangat tinggi untuk EPC,” lanjut Bakir.
Baca juga : Pupuk Indonesia Siapkan Platform Digital
“Dengan adanya Rekayasa industri harganya menjadi terkontrol dan murah,” sambungnya.
Ia menantang milenial untuk bersama-sama memodernisasi industri pupuk. Baik dalam hal membangun pabrik, mendistribusikan hingga memproduksi pupuk yang mutunya bagus dan harganya terjangkau petani. Anak muda bisa masuk ke pabrik pupuk, bisa kerja di trading-nya, distribusi, atau Rekind. Banyak sekali lapangan kerja yang bisa dimodernisasi.
Apalagi Pupuk Indonesia tengah gencar-gencarnya melakukan transformasi bisnis, dari yang hanya melayani pupuk subsidi saja, kini juga mulai merambah pupuk komersial atau non subsidi. Kita tidak bisa hanya bergantung pada pupuk subsidi. Secara perlahan tapi pasti, pupuk subsidi itu juga akan berkurang ataupun skema subsidi berubah.
Baca juga : Program Makmur Untuk Petani Digenjot Habis-habisan
Tentang transformasi bisnis yang kini diterapkan, ada beberapa strategi. ada customer focus, baik untuk konsumen subsidi maupun nonsubsidi yang harus diperhatikan.
Juga mengembangkan riset dan teknologi. Serta supply chain yang terjamin. Pit shop security itu sangat penting. Bahan baku pupuk urea adalah gas alam. Tapi kalau pupuk NPK, bahan Fosfat dan Kaliumnya masih impor. “Dengan BUMN tambang, kami akan mengakusisi tambang yang menghasilkan Fosfat dan Kalium, agar security pitshop terjamin,” katanya.
Transformasi lainnya, adalah bagian dari circular economy. “Kami punya pabrik amoniak. Pabrik pupuk kami membuang gas CO2. ini bisa dibuat urea. Kelebihannya, sebagian menjadi soda abu untuk bahan gelas dan kaca,” ujarnya.
Baca juga : Ini Resep Pupuk Indonesia Bersaing Dengan Swasta
Holding Pupuk Indonesia, saat ini terdiri dari 15 perusahaan. ada sistem yang tersentralisasi sehingga lebih efisien. misalnya, bidang pemasaran. Dulunya, beroperasi sendirisendiri. Bahkan, sesama pabrik pupuk bisa jadi kompetitor. “Sekarang ini, dirayonisasi, agar tidak terjadi rebutan customer,” katanya. [NAN/SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya