Dark/Light Mode

Andal Kelola Kredit Sindikasi

Bank Mandiri Raih MLA Dan Bookrunner Nomor 1

Senin, 20 Desember 2021 11:53 WIB
Bank Mandiri. (Foto: ist)
Bank Mandiri. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri Tbk menyakini, laju pertumbuhan kredit sindikasi akan terus mengalami peningkatan, seiring dengan mulai membaiknya iklim ekonomi yang sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Di samping itu, Bank Mandiri sebagai salah satu bank dengan pangsa pasar kredit korporasi terbesar, menilai permintaan kredit sindikasi masih terbuka lebar.

Senior Vice President (SVP) Corporate Solution Group Bank Mandiri, Erwanza Nirwan mengatakan, Bank Mandiri juga terus memperkuat eksistensi sebagai lembaga keuangan terpercaya. Terutama dalam mendukung sektor usaha di Indonesia meraih pembiayaan dalam skema sindikasi.

Baca juga : DPR Dibully

"Hasilnya, hingga November 2021 total kredit sindikasi yang melibatkan Bank Mandiri mencapai Rp 157,01 triliun," sebut Erwanza dalam keterangan resminya, Senin (20/12).

Adapun, dari total nilai tersebut Bank Mandiri mendapatkan porsi pembiayaan sindikasi sebesar Rp 60,48 triliun. Melihat kondisi perekonomian yang berangsur membaik, Erwanza optimistis permintaan kredit sindikasi akan terus meningkat.

Hal ini sambungnnya, membuktikan bahwa Bank Mandiri dipercaya sebagai bank yang mampu memenuhi kebutuhan finansial debitur korporasi. Berangkat dari optimisme ini, pihaknya memperkirakan ke depan tren permintaan untuk sindikasi pada 2022 akan menunjukkan peningkatan. Terutama di sektor-sektor unggulan.

Baca juga : Bank Mandiri Taspen Dan UGM Teken Kerja Sama

Seiring dengan meningkatnya kepercayaan nasabah, Bank Mandiri pun berhasil menempati posisi puncak daftar Bloomberg League Table Reports Indonesia Borrower Loans 2021 untuk kategori Mandated Lead Arranger (MLA) dan Bookrunner.

Berdasarkan data Bloomberg pada 13 Desember 2021, Bank Mandiri tercatat sebagai MLA terbaik lewat keberhasilannya mengelola kredit sindikasi. Dengan nilai total terbesar yakni senilai 3,66 miliar dolar AS (Rp 52,6 triliun) dari 32 transaksi atau setara dengan 20,93 persen pangsa pasar.

Pada kategori Bookrunner, Bank Mandiri juga menjadi yang terbaik setelah berhasil mengelola kredit sindikasi dengan nilai total terjumbo yakni 1,8 miliar dolar AS (Rp 25,8 triliun) dari 17 transaksi atau setara 17,89 persen pangsa pasar.

Baca juga : Erick: Yang Nikmati Anak Dan Cucu Kita

Erwanza menegaskan, transaksi kredit sindikasi yang dikelola Bank Mandiri baik sebagai MLA ataupun Bookrunner ini, tidak hanya melibatkan institusi keuangan lokal, tetapi juga lembaga keuangan internasional.

Bank dengan kode emiten BMRI menjelaskan beberapa sektor yang menunjukkan tren perbaikan antara lain transportasi, infrastruktur, telekomunikasi dan energi.

Pencapaian ini, lanjut Erwanza, mengindikasikan terus meningkatnya kepercayaan dunia usaha serta lembaga keuangan lokal maupun internasional pada Bank Mandiri untuk terlibat dalam transaksi kredit sindikasi yang dilakukan. "Kami berharap, hal ini dapat menjadi katalis percepatan pemulihan perekonomian nasional," tutupnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.