Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dua Hari Rontok, Pagi Ini Rupiah Joss Lagi

Rabu, 22 Desember 2021 09:57 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka menguat cukup tinggi hingga 0,23 persen ke level Rp 14.270 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.303 per dolar AS.

Senada dengan rupiah, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,09 persen, ringgit Malaysia menguat 0,1 persen, won Korea Selatan melonjak 0,23 persen, yuan China menguat 0,02 persen, peso Filipina naik 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, dan yen Jepang naik 0,02 persen.

Berita Terkait : Eropa Lockdown, Rupiah Ikut Goyang

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,03 persen ke level 96,47. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melesat 0,52 persen ke level Rp 16.132, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,53 persen ke level Rp 18.971, dan terhadap dolar Australia melonjak 0,63 persen ke level Rp 10.217.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan dolar AS masih imbas dari komentar Senator AS Joe Manchin, yang mengatakan ia tidak akan mendukung paket Build Back Better Biden senilai 1,75 triliun dolar AS.

Berita Terkait : Jokowi Kanan Kiri OK

Selain itu pelaku pasar juga khawatir karena jumlah kasus Covid-19 di Eropa dan AS melonjak dan beberapa negara Eropa yang memberlakukan pembatasan yang lebih ketat atau lockdown, guna memperlambat penyebaran kasus Omicron. Sementara AS sedang menuju lockdown.

“Investor global sangat khawatir karena jumlah kasus Covid-19 di Eropa dan AS melonjak. Dan banyak investor yang mencari penempatan dana yang aman,” jelas Ibrahim dalam riset harian yang dikutip, Rabu (22/12).

Berita Terkait : Kemarin Meroket, Pagi Ini Rupiah Nyungsep Lagi

Dari dalam negeri, pemerintah percaya diri tetap bisa mengendalikan penyebaran kembali varian baru Omicron yang sudah masuk ke Indonesia. Untuk itu, Ibrahim memproyeksi nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif namun bisa ditutup menguat di rentang Rp 14.280-Rp 14.350 per dolar AS. [DWI]