Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

H+2 Lebaran, Harga Cabe & Bawang Merah Makin Adem Ayem

Jumat, 7 Juni 2019 14:11 WIB
Pangan pokok/ilustrasi (Foto: Istimewa)
Pangan pokok/ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat pergerakan harga-harga komoditas bumbu dapur utama seperti cabe, bawang merah, dan bawang putih terpantau stabil saat Lebaran sampai dengan H+2. Bahkan, meski suasana masih libur Lebaran, beberapa sentra produksi cabe di Jawa Barat dan Jawa Timur tetap melakukan panen untuk menjaga pasokan ke pasar stabil. Pasokan bawang merah dari sentra produksi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai saat ini masih berlangsung lancar. 

"Harga cabe rawit merah dan keriting yang setiap puasa dan lebaran beberapa tahun lalu hampir selalu bergejolak, 3 tahun terakhir ini sudah semakin adem ayem. Bahkan tahun ini cabe rawit merah harganya sangat murah nyaris tidak ada konsumen yang teriak. Memang ada kenaikan sedikit untuk jenis cabe merah besar atau cabe TW. Jenis tersebut kebetulan tidak banyak dikonsumsi rumah tangga, lebih banyak diserap industri olahan. Jelang lebaran lalu permintaan jenis TW untuk industri olahan meningkat jadi wajar kalau harga ikut naik, namun konsumen rumah tangga tidak terlalu merasa terganggu," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Moh Ismail Wahab.

Menurut Ismail, harga bawang merah di tingkat petani sentra utama seperti Brebes, Nganjuk, Indramayu, Kendal, Malang, Solok, Majalengka, dan Enrekang antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per kilogram. Beberapa daerah harganya bahkan lebih rendah lagi di bawah Rp 15.000 per kilo, diantaranya di Bandung, Demak, Cirebon dan Bantaeng. "Bawang Merah yang banyak mengisi pasaran saat ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk, Bauji dan Batu ijo," terang Ismail.

Sementara pantauan harga di tingkat pasar tradisional rata-rata nasional Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sangat ideal, baik untuk petani maupun konsumen.  “Pasokan harian dipastikan lancar, panen terjadi hampir setiap saat di sentra-sentra produksi. Demikian juga untuk cabe, panenan cabe rawit dan cabe keriting melimpah,” kata Ismail meyakinkan. 

Baca juga : Lebaran Hari Pertama, Prabowo Silaturahmi Ke Cendana

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Yasid Taufiq menyebut pergerakan harga cabe dan bawang selama puasa dan lebaran tahun ini masih dalam batas aman terkendali. “Tidak ada gejolak harga yang berarti, semuanya masih wajar dan normal. Bahkan bawang putih yang sempat melonjak beberapa waktu lalu saat ini harganya sudah melandai normal,” ujar Yasid.

Dari hasil pantauan harian di Pasar Induk Kramatjati pihaknya mencatat bawang merah stabil di harga Rp 25.000 per kilogram, cabe rawit merah stabil di harga Rp 15.000 per kilogram. Cabe merah keriting dan cabe merah besar (TW) juga stabil. Harga bawang putih masih bertengger Rp 28.000 per kilogram. Sementara harga eceran cabe dan bawang rata-rata di 47 pasar tradisional se-DKI Jakarta juga menunjukkan trend stabil.

“Jika mengacu harga tahun lalu, harga cabe rawit merah tahun ini jauh lebih rendah sementara bawang merah stabil. Secara umum harga aneka cabe dan bawang masih sangat normal,” tukas Yasid.

Stabilnya harga bawang merah di pasaran dibenarkan anggota Asosiasi Champion Bawang Merah Indonesia Kabupaten Pati, Suparlan. "Harga bawang merah selama puasa dan lebaran tahun ini di petani cukup baik, di pasaran juga normal. Bagi petani yang penting harga stabil menguntungkan, pasti kami semangat menanam," ujar Suparlan.

Baca juga : Mau Lebaran, Warga Konawe Utara Malah Kebanjiran

"Petani Pati siap bahu membahu bersama pemerintah mengamankan pasokan, baik untuk konsumsi maupun benih," imbuhnya semangat. 

Bawang merah asal Pati, Brebes, Kendal, Pemalang siap mengisi pasar Jakarta dengan pasokan rutin berkisar 29-30 truk per hari atau setara dengan 200 ton. "Cukup untuk kebutuhan warga DKI Jakarta" sambung Suparlan. 

Juhara, pengurus Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) memastikan pasokan aneka cabai normal pada H+2 lebaran ini. "Pertanaman cabai di Jawa Barat saja masih sangat luas. Garut siap menggelontor Jakarta dan Palembang masing-masing sekitar 10 ton per hari. Dari Sumedang H+2 ini sudah kembali memasok Jakarta. Jadi aman lah pasokan", kata Juhara. 

"Harga cabe rawit merah di tingkat petani hanya Rp 7.000 hingga Rp 8.000,- per kilogram. Cabe merah keriting Rp 22.000-Rp 24.000 per kilogram. Untuk cabe TW masih banyak di Kediri dan sekitarnya," tambahnya.

Baca juga : Tak Kenal Cuti Lebaran, Kementan Terus Kawal Ketat Pergerakan Pasokan dan Harga Cabe dan Bawang Merah

Pengamat Hortikultura Anton Muslim Arbi mengakui, upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya cabe dan bawang merah saat puasa dan lebaran tahun ini terbilang sukses. Untuk bawang putih, pihaknya mendorong koordinasi yang lebih intens antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

"Kuncinya memang sinergi antara Kementerian/Lembaga terkait, Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah. Ke depan peran pemda baik kabupaten maupun provinsi harus lebih diperkuat untuk menjaga stabilitas harga pangan ini," kata Anton. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.