Dark/Light Mode

Masyarakat Berebut Borong Minyak Goreng Subsidi

Demi Bisa Beli Banyak, Anak Dan Cucu Ikut Antre

Minggu, 23 Januari 2022 06:40 WIB
Ilustrasi. Sejumlah warga antre membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. Sejumlah warga antre membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Mendag memastikan minyak goreng kemasan satu harga dipasarkan di pasar rakyat dan pasar-pasar tradisional.

Saat ini, Kemendag masih memberikan waktu selama sepekan sejak penetapan minyak goreng kemasan satu harga pada Rabu, 19 Januari 2022, baik kemasan plastik maupun kemasan jerigen.

“Di ritel modern merupakan tahap awal, selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp 14.000 per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia,” tegas Lutfi.

Baca juga : Gus Halim: Minyak Goreng Satu Harga Penting, Demi Wujudkan Desa Tanpa Kemiskinan Dan Kelaparan

Hasil pantauan Rakyat Merdeka, banyak toko ritel modern diserbu konsumen yang ingin membeli minyak goreng kemasan Rp 14.000. Akibatnya, banyak stok yang ludes dalam waktu singkat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, kosongnya stok di ritel modern juga akibat banyaknya masyarakat memborong minyak goreng dengan melibatkan anggota keluarga demi bisa membeli banyak.

“Pembelian maksimal dua (kemasan), tapi anak cucu ikut mengantre. Jadi seolah-olah ini akan habis. Masyarakat seharusnya nggak usah khawatir, karena program ini berjalan enam bulan. Minyak akan terus ada,” ujar Oke di Jakarta, Jumat (21/1).

Baca juga : Saran Nih, Pake Subsidi Silang Aja

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri berharap, program minyak goreng kemasan Rp 14.000 per liter segera merambah ke pasar tradisional, tidak hanya di ritel modern dan supermarket.

“Sampai saat ini kami belum dilibatkan. Akhirnya, harga jual kita kalah sama mini market. Kami masih menunggu arahan Pemerintah, kami juga ingin tahu mekanisme distribusi dan subsidinya di pasar tradisional seperti apa,” kata Mansuri kepada Rakyat Merdeka.

Ia menyebut, meski sudah ada kebijakan minyak goreng Rp 14.000 per liter, namun belum berdampak pada penurunan harga di pasaran.

Baca juga : Keren, Warga Disabilitas Banyak Yang Ikut Vaksinasi

“Harga masih tinggi, yang curah di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per liter. Pedagang tentu nggak bisa ikut jual Rp 14.000 per liter, karena modalnya saja sudah lebih tinggi,” tegasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.