Dark/Light Mode

Substitusi Impor Berjalan Efektif, Ginsi Apresiasi Kemenperin

Minggu, 23 Januari 2022 11:42 WIB
Wakil Ketua Umum BPP GINSI Bidang Kepelabuhanan dan Logistik Erwin Taufan. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Umum BPP GINSI Bidang Kepelabuhanan dan Logistik Erwin Taufan. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Berdasarkan data Direktorat Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, target substitusi impor di sektor industri logam saat ini dapat tercapai.

"Bahkan target penurunan nilai impor pada tahun 2021 sebesar 22 persen dapat dicapai. Realisasi penurunannya adalah 24,98 persen (dari baseline tahun 2019)," ungkapnya.

Baca juga : Subsitusi Impor Jalan, Industri Baja Makin Kuat

Berdasarkan data tersebut, kata Rainer, success story di tahun 2021, selain kenaikan investasi, substitusi impor, dan adanya pertumbuhan sektor industri logam di dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat di kuartal III sektor industri logam dengan HS 72-73 ini mampu tumbuh di atas 9,82 persen.

Baca juga : Kunjungi Lokasi Terdampak Gempa Pandeglang, Wapres Apresiasi Respon Cepat Kemensos

Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai 19,6 dolar AS dan surplus 6,1 miliar dolar AS dibanding jumlah impor baja di Indonesia. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.