Dewan Pers

Dark/Light Mode

Awal Pekan, Rupiah Cerah Sekali

Senin, 24 Januari 2022 09:51 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini rupiah dibuka cerah. Rupiah menguat 0,16 persen di level Rp 14.312 per dolar AS dibanding perdagangan pada Jumat (21/1) di level Rp 14.335 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,15 persen, dolar Hong Kong turun 0,02 persen, dolar Singapura melemah 0,04 persen, won Korea Selatan turun 0,06 persen dan baht Thailand anjlok 0,24 persen. Sedangkan peso Filipina melesar 0,25 persen, rupee India menguat 0,11 persen, yuan China naik 0,04 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,01 persen.

Indeks dolar AS, yang naik 0,5 persen terhadap sekeranjang mata uang utama ke level 95,69. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,02 persen ke level Rp 16.235, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,11 persen ke level Rp 19.421, dan terhadap dolar Australia minus 0,09 persen ke level Rp 10.286.

Berita Terkait : Bamsoet Resmikan Rumah Bersama Komunitas Bikers

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, terhadap rupiah sebenarnya masih datang dari ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS. Di mana saat ini pasar mengantisipasi kemungkinan kenaikan sebanyak 4 kali tahun ini. 

“Pasar juga sudah mengantisipasi kemungkinan kenaikan 50 basis poin pada Maret mendatang. Menunggu arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) atas kebijakan moneternya,” ucapnya di Jakarta, Senin (24/1).

Pasar juga mengantisipasi The Fed, yang akan menyuarakan indikasi kebijakan yang mendukung percepatan pengetatan moneter untuk mengendalikan kenaikan inflasi. 

Berita Terkait : Antisipasi Abrasi, Pertamina Tanam Ribuan Pohon Cemara Laut

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, pasar mewaspadai perkembangan varian Omicron. Perubahan kebijakan pembatasan aktivitas yang lebih ketat bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah.

“Namun, rupiah masih berpeluang menguat sebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah mendekati level tertingginya atau All Time High di posisi 6.754,” kata Ariston.

Ia memproyeksi nilai tukar rupiah sepanjang hari ini berpeluang melemah ke posisi Rp 14.360 hingga Rp 14.380 dengan potensi support di kisaran Rp 14.320 per dolar AS. [DWI]