Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenkop UKM Dorong Kapasitas Dan Pemberdayaan UMKM Agar Cepat Naik Kelas
Jumat, 4 Februari 2022 12:08 WIB
Sebelumnya
Kemenkop UKM lanjut Arif, memiliki lima arah kebijakan pemberdayaan dan pengembangan KUMKM yang dilakukan KemenKopUKM.
Pertama, reformasi birokrasi melalui penyederhanaan kelembagaan kedeputian dari enam menjadi empat yaitu Deputi Kewirausahaan, Deputi Perkoperasian, Deputi UKM dan Deputi Mikro.
Pihaknya juga menata agar jajaran KemenKopUKM memiliki semangat menjadi manusia pembelajar. Salah satunya agar memberikan peluang pada pegawai bisa menempuh pendidikan S2 salah satunya di bidang perkoperasian.
Baca juga : Bamsoet Dorong Ormas Sukseskan Pembangunan IKN Di Kaltim
"Tahun ini kami akan kirimkan pegawai Kemenkop UKM dan dari dinas ke IKOPIN University, harapannya bisa jadi pemicu Pemda supaya juga memberikan perhatian yang besar kepada koperasi modern, kami butuh sumbang pemikiran dari IKOPIN," jelas Arif.
Kedua, pendataan. Di mulai melakukan sensus secara menyeluruh untuk pelaku UMKM. Saat ini data mengenai pelaku UMKM masih sangat tersebar di 23 K/L. Sensus nantinya di prioritaskan bagi pelaku usaha menetap yang di perkirakan jumlahnya 15 juta.
Ketiga, perluasan pasar dan digital. Targetnya, ada 30 juta pelaku UMKM yang memanfaatkan digitalisasi pada 2024.
Baca juga : Menkop Minta Pelaku UMKM Tak Ragu Suntik Booster
"Sekarang UMKM yang sudah memanfaatkan digitalisasi mencapai 16,9 juta. Berdasarkan survei CSIS pelaku usaha mikro sudah 92 persen yang memanfaatkan TI dalam bentuk sederhana," rincinya.
Keempat, akses pembiayaan. Pemerintah memiliki perhatian besar terhadap akses pembiayaan bagi pelaku UMKM ini, dengan mengalokasikan 20 persen dari total pembiayaan buat UMKM, yang akan dinaikkan menjadi 30 persen pada 2024.
Kelima, kemitraan strategis. Di mana KemenKopUKM melakukan kolaborasi dengan 9 BUMN dalam menyerap produk UMKM yang tahun ini dialokasikan Rp 30 triliun. Kerja sama juga dilakukan dengan swasta, marketplace atau e-commerce. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya