Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sukses Lakukan Efisiensi, Laba Pegadaian Tumbuh 20 Persen
Kamis, 10 Februari 2022 20:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pegadaian mencatatkan laba yang menggembirakan sepanjang 2021, saat Indonesia masih berada dalam masa pandemi Covid-19.
Pertumbuhan laba Pegadaian, mencapai 2 digit dibandingkan tahun 2020. Pada tahun 2020, Perseroan membukukan laba sebesar Rp 2,02 triliun. Sementara tahun lalu, naik menjadi Rp.2,42 triliun.
Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto menyatakan rasa syukur atas pencapaian ini. Apalagi, kondisi perekonomian secara umum masih dalam kondisi yang kurang kondusif. Ia menyatakan, pertumbuhan laba ini didukung oleh efisiensi yang dilakukan manajemen dan seluruh Insan Pegadaian.
"Ketika kinerja operasional kurang menguntungkan yang berdampak pada penurunan pendapatan, maka efisiensi menjadi strategi yang dipilih agar perusahaan tetap bertahan bahkan meraih keuntungan," ujarnya, dalam siaran pers, Kamis (10/2).
Baca juga : Lakukan Efisiensi, Laba Pegadaian Tumbuh 20%
Menurutnya, beban usaha yang pada tahun 2020 mencapai Rp 19,17 triliun pada tahun 2021 dapat ditekan menjadi Rp 17,40 triliun. "Strategi ini cukup jitu mengingat pendapatan usaha tahun 2020 mencapai Rp 21,96 triliun tahun ini terkoreksi menjadi Rp 20,63 triliun," beber Kuswiyoto.
Selain itu, penurunan harga emas juga turut mempengaruhi pendapatan perusahaan. Data menunjukkan, harga rata-rata emas tahun 2020 yang semula sebesar Rp 835.700, turun menjadi Rp 827.107 di tahun 2021.
Kondisi ini memberi dampak pada penurunan Outstanding Loan (OSL) per 31 Desember 2020 sebesar Rp 56,8 triliun menjadi Rp 51,9 triliun di tahun 2021.
Soalnya, 98 persen barang jaminan di Pegadaian adalah emas. Baik perhiasan, maupun emas batangan. Sedangkan sisanya adalah barang jaminan non emas. Sehingga penurunan harga emas memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Baca juga : Lampaui Target, Laba BTPN Syariah Tembus 1,46 T Di 2021
Tak hanya itu, sepanjang tahun 2021 Pegadaian juga aktif dengan program-program pemberdayaan masyarakat melalui restrukturisasi, relaksasi, diskon bunga, kegiatan sosial, hingga meluncurkan produk Gadai Peduli atau gadai tanpa bunga untuk pinjaman maksimal Rp 1 juta.
Sebagai agen pembangunan, bisnis Pegadaian tidak semata-mata mencari pendapatan setinggi-tingginya tetapi berusaha memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Kuswiyoto juga membeberkan, selama tahun 2021 transaksi digital yang dilakukan nasabah mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi.
Tercatat, jumlah transaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital yang mulanya sebanyak 3,40 juta transaksi pada 2020, naik 49,24 persen menjadi 5,09 juta transaksi pada tahun berikutnya. Nilai transaksi pun meningkat dari tahun 2020 sebesar Rp.5,09 triliun naik 35,73 persen menjadi 6,91 triliun pada tahun 2021.
Baca juga : Balmer, Jam Tangan Bikin Wah Penampilan Robby Purba
Kenaikan transaksi digital ini tentu berdampak pada penurunan biaya operasional. Mengingat, dari sisi penggunaan kertas, misalnya, dapat dikurangi. Dari sisi waktu pun, layanan juga lebih cepat. Begitu pula dari sisi data, juga lebih akurat dan realtime.
"Oleh karena itu kami sangat mendorong di masa datang penggunaan aplikasi Pegadaian Digital ini semakin meningkat, karena saat ini nasabah yang sudah familiar menggunakan aplikasi baru sekitar 20 persen dari total nasabah," harapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya