Dark/Light Mode

Kebijakan Travel Bubble Dorong Daerah Wisata

Minggu, 13 Februari 2022 07:28 WIB
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata. (Foto : Antara)
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata. (Foto : Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu memastikan, kebijakan travel bubble yang diterapkan selama perhelatan ajang MotoGP dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah wisata, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ini tentu tidak secepat yang kita harapkan, karena tergantung dari sentimen yang tergantung pada keberhasilan negara-negara itu semua mengendalikan kondisi pandemi,” katanya, Jumat (11/2).

Seperti diketahui, untuk memastikan keamanan perhelatan MotoGP, Pemerintah menerapkan kebijakan travel bubble melalui kesepakatan dengan beberapa negara dengan kasus positif Covid-19 yang rendah.

Warga negara tersebut diperbolehkan masuk ke Indonesia tanpa melakukan isolasi setelah dipastikan tidak terjangkit Covid-19.

Baca juga : Cek Kesiapan Travel Bubble, Kapolri Tegaskan Harus Sesuai Prosedur Dan Prokes

“Dengan saling percaya dan travel bubble tersebut bisa tercipta, terjadi perjalanan yang harapannya bukan hanya untuk turis, tapi juga bisnis. Ini salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas travel,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa wilayah mengalami pemulihan ekonomi yang relatif lebih lambat karena bergantung pada sektor pariwisata, seperti Bali. Pada 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Bali dan Nusa Tenggara Barat hanya tumbuh 0,07 persen year on year.

Dia mengatakan, saat ini wisatawan domestik telah mulai kembali melancong ke Bali, tetapi jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung masih sedikit.

“Memang dalam waktu ke depan harus kita pastikan pandemi terkendali dengan baik, sentimen negatif untuk wisatawan mancanegara kita kelola dengan baik,” jelasnya.

Baca juga : Kemenhub Buka 4 Bandara Bagi Wisatawan

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai, ajang balapan MotoGP bisa menjadi pintu pembuka bagi pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

“Kalau kita bicara konteks pariwisata Indonesia, ini sebetulnya salah satu pintu pembuka untuk pemulihan sektor pariwisata nasional yang sangat signifikan,” katanya.

Eko menilai, vaksinasi di Indonesia sudah jauh lebih baik dan penggemar seri balapan MotoGP sangat banyak jumlahnya. Ini menjadi momentum untuk mengembalikan situasi ekonomi.

Hal ini menjadi faktor kunci, selain Indonesia dipandang memiliki sirkuit internasional yang representatif untuk ajang prestisius sekelas MotoGP.

Baca juga : Atasi Ketimpangan, LAN Dorong Daerah Lakukan Lompatan Besar Inovasi

“Ini peluang bagus. Jika tidak ada lonjakan kasus lagi ke depannya, event MotoGP di Mandalika ini akan menjadi pengungkit penting bagi sektor pariwisata nasional,” pungkasnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.