Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSP: Pembukaan Travel Bubble Batam–Bintan Dan Singapura Bukan Keputusan Sekejap, Sudah Diperhitungkan

Senin, 24 Januari 2022 20:17 WIB
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta. (Foto:Dok. KSP)
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta. (Foto:Dok. KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembukaan Kepulauan Riau dan Singapura lewat skema travel bubble telah mendapatkan kepastian.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta menegaskan, pembukaan travel bubble kawasan tersebut bukan keputusan tergesa-gesa, namun sudah direncanakan dengan matang dan perhitungan serta mempertimbangkan berbagai risiko yang ada.

Berita Terkait : Pembangunan Dan Pemindahan IKN Dilakukan Bertahap Hingga 2045

“Kebijakan ini sudah cukup lama dibahas, termasuk salah satunya rapat koordinasi di KSP pada Mei tahun lalu. Tapi kondisi Covid-19 yang tidak menentu di kedua negara membuat rencana ini tertunda beberapa kali. Jadi pembukaan travel bubble Batam-Bintan dan Singapura ini bukan keputusan sekejap mata,” tegas Febry, di gedung Bina Graha Jakarta, Senin (24/1).

Febry mengatakan, pembukaan destinasi wisata di wilayah Batam dan Bintan Kepulauan Riau dengan penerapan travel bubble (Indonesia dan Singapura) sudah memperhatikan betul kesiapan lokasi hingga penerapan protokol kesehatan, untuk memastikan wisatawan benar-benar hanya melakukan mobilitas di wilayah yang sudah ditentukan.

Berita Terkait : KSP: Pemangkasan Durasi Karantina Sudah Pertimbangkan Tinjauan Medis

Dalam hal persiapan teknis, kata dia, Bintan Resort telah memiliki Lab Tes Cepat Molekuler (TCM) yang terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi. Di Nongsa juga sedang proses pemberlakuan TCM. Kemudian penerapan Bluepass yang dipersiapkan untuk keperluan pelacakan bagi pekerja dan wisatawan.

“Diharapkan dengan persiapan itu penyebaran Covid-19 bisa dicegah,” ujar Febry.
 Selanjutnya