Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program Accelerate Bekali Perempuan Dengan Literasi Keuangan Dan Berbisnis
Kamis, 17 Februari 2022 12:25 WIB
Sebelumnya
Komponen-komponen ini akan menambah keterampilan para pelaku usaha perempuan dan memberikan pemahaman yang mendalam dalam mendukung implementasi rencana bisnis mereka.
Selanjutnya, akses terhadap perluasan jaringan bisnis, mentoring, dan pembelajaran soft skill juga menjadi fokus kemitraan ini yang akan sangat berguna bagi para pelaku usaha perempuan dalam mencapai kesuksesan jangka panjang.
Baca juga : Peneliti : Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan Untuk Lindungi Konsumen
Program Accelerate bertujuan memastikan pelaku usaha perempuan untuk memiliki akses terhadap sarana. Serta keterampilan yang berguna dalam menjangkau pelanggan.
Senior VP, International External and Regulatory Affairs, AT&T Andrew Reinsdorf mengatakan, mitra AT&T di seluruh dunia yang memiliki komitmen yang sama untuk berkontribusi positif di negara tempat mereka beroperasi.
Baca juga : Pulau Pramuka Perketat Pengawasan Kedatangan Pemumpang Kapal
"Kami senang dapat berkolaborasi dengan The Asia Foundation dan Visa dalam memberdayakan pelaku usaha perempuan dengan memberikan pelatihan. Akses teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka, menciptakan lapangan kerja, dan memberdayakan masyarakat sekitar,” katanya.
Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap mata pencaharian dan kesehatan keluarga, pekerja, dan berbagai bisnis di seluruh Asia.
Baca juga : Kemenkes Ingatkan Dinkes Dan Direktur RS Antisipasi Kekurangan Nakes
Pelaku usaha perempuan termasuk yang paling terpengaruh oleh beragam tantangan seperti terbatasnya akses pendanaan, terbatasnya jaringan dan keahlian, serta bias gender yang negatif.
UMKM sebagai penggerak ekonomi di Asia Tenggara juga secara khusus terdampak. Di Malaysia, sektor UMKM menderita kerugian total 40,7 miliar Ringgit Malaysia (9 miliar dolar AS) tahun lalu. Demikian pula di Indonesia, lebih dari 30 juta UMKM menghentikan operasionalnya akibat pandemi. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya