Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Incar Tambang Di Luar Negeri
Tahun Ini Gencar Investasi, Mind ID Butuh Dana Jumbo
Selasa, 22 Februari 2022 08:00 WIB
Sebelumnya
Untuk diketahui, Mind ID beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk. Ia mengakui, masih banyak ditemukan permasalahan dalam proyek pertambangan yang dikelola Mind ID, yang tidak teridentifikasi dan tertangani secara proaktif serta preventif.
Padahal, proyek-proyek pertambangan itu masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). “Kami sudah melakukan pemetaan permasalahan yang ada di sisi proyek strategi nasional di bawah Group Mind ID,” katanya.
Baca juga : Australia Gelar Pesta Meriah Di Bandara...
Di kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR Lamhot Sinaga meminta, Mind ID membangun fasilitas pemurnian (smelter) bauksit, guna mendukung program Pemerintah menghentikan ekspor bauksit pada 2023. “Saat Juni 2023, Pemerintah mencanangkan stop ekspor bauksit. Maka dari sekarang, Mind ID harus sudah menyiapkan industri yang bisa mengolah bauksit menjadi alumina dan menjadi aluminium,” saran Lamhot. Ia menuturkan, Indonesia memiliki cadangan bauksit nomor enam terbesar di dunia.
Tetapi sayangnya, Indonesia justru mengimpor aluminium dari negara lain. Padahal, dengan cadangan bauksit yang banyak, Indonesia seharusnya tidak lagi mengimpor aluminium. “Ada anomali, kita ekspor bauksit, diolah di luar, lalu kita impor kembali untuk bahan baku aluminium,” ucapnya.
Baca juga : Transaksi QR Antar Negara Dukung Integrasi Keuangan ASEAN
Untuk itu, imbuhnya, Mind ID harus bisa mendorong industri pengolahan mulai dari bauksit sampai ke alumina. Sehingga Inalum tidak perlu lagi mengimpor alumina. Sebagai informasi, Indonesia tercatat hanya memiliki dua smelter bauksit.
Kedua smelter itu dimilik PT Well Harvest Winning Alumina dan PT Indonesia Chemical Alumina di Kalimantan Barat. Menurut Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I), Indonesia diproyeksikan membutuhkan tambahan lima smelter untuk menyerap produksi bauksit di dalam negeri.
Baca juga : Geliat Ekspor Tanaman Hias Berdaun Indah Petani Milenial Bogor
Namun nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun satu smelter bauksit kapasitas 2 juta ton ore cukup besar. Yakni sekitar 1,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 18,6 triliun. Hal ini tentunya menjadi salah satu tantangan yang mesti dihadapi Mind ID selaku BUMN holding industri pertambangan Indonesia.
Meski demikian, Lamhot tetap mengapresiasi, kerja sama yang dilakukan antara PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Inalum, yang membuat perusahaan patungan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) untuk membangun smelter alumina. “Kami dorong akselerasi program percepatan untuk membangun ini. Sehingga, kita bisa segera menghentikan ekspor bauksit,” tutup Lamhot. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya