Dark/Light Mode

Bandara Kertajati Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Jabar

Minggu, 23 Juni 2019 17:54 WIB
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (Kedua kiri) dalam Focus Group Discussion berjudul Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Sabtu (22/6). (Foto : Humas AP II).
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (Kedua kiri) dalam Focus Group Discussion berjudul Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Sabtu (22/6). (Foto : Humas AP II).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 56 penerbangan dari 13 rute domestik di Bandara Husein Sastranegara, Bandung bakal dipindah ke Bandara Kertajati di Majalengka pada 1 Juli 2019. PT Angkasa Pura/AP II atau AP II menyatakan siap melayani perpindahan penerbangan jet domestik tersebut.

President Director AP II, Muhammad Awaluddin menegaskan, pihaknya selaku stakeholder yang akan mengelola Bandar Udara Kertajati siap melayani perpindahan penerbangan maskapai jet domestik dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Bandara Kertajati di Majalengka. 

Baca juga : Tertinggi di Asia Tenggara, Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

"Sesuai rencana, perpindahan 56 penerbangan yang meliputi 13 rute domestik ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut akan dimulai pada 1 Juli 2019 mendatang dan kami telah siap memfasilitasinya," kata Awaluddin dalam Focus Group Discussion berjudul 'Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan' yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Sabtu (22/6) dalam keterangan pers yang diterima RMco.id Minggu (23/6). 

Menurut dia, seluruh stakeholder di industri penerbangan, industri pariwisata, dan masyarakat umum seharusnya melihat proses pengembangan Bandara Kertajati bukan hanya dari kacamata Internal Rate of Return (IRR).

Baca juga : Anak, Wujud Persatuan Indonesia dan Malaysia

"Tidak bisa kita hanya menghitungnya seberapa cepat IRR tercapai. Harusnya pakai sudut pandang Economic Rate of Return (ERR), karena bandara Kertajati bisa mendorong ekonomi masyarakat dan daerah di sekitarnya,” katanya.

Director of Engineering & Operation AP II, Djoko Murjatmodjo menambahkan, Pemerintah Daerah dan masyarakat Jawa Barat tidak akan bisa menikmati manfaat yang lebih besar dari sektor pariwisata, jika masih tetap mengandalkan Bandara Husein Sastranegara sebagai pintu masuk wisatawan ke daerahnya.

Baca juga : Bandung Barat Kembangkan Tanaman Obat Skala Nasional

"Bandara Husein bertahun-tahun tidak berkembang. Untuk menambah landasan jadi 2.200 meter saja kita harus menebang gunung, sementara di sana ada lapangan tembak TNI," tutur Djoko.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.