Dark/Light Mode

Bandara Kertajati Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Jabar

Minggu, 23 Juni 2019 17:54 WIB
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (Kedua kiri) dalam Focus Group Discussion berjudul Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Sabtu (22/6). (Foto : Humas AP II).
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (Kedua kiri) dalam Focus Group Discussion berjudul Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan yang digelar Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi, Bandung, Sabtu (22/6). (Foto : Humas AP II).

 Sebelumnya 
Ia menegaskan, sesuai instruksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), AP II tidak akan mengalihkan seluruh penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati. Namun hanya akan memindahkan penerbangan domestik bermesin jet saja.

"Mengapa internasional masih di Bandara Husein? Karena mempertimbangkan kelangsungan bisnis pariwisata di Bandung. Hal-hal ini tentu kami perhatikan," ucapnya.

Baca juga : Tertinggi di Asia Tenggara, Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Direktur Bandar Udara Kemenhub, Pramintohadi Sukarno, yang menjadi salah satu narasumber acara tersebut mengatakan, pertumbuhan lalu lintas udara di Jawa Barat sudah tidak terakomodasi oleh Bandara Husein Sastranegara.

“Sepanjang 2016-2018, jumlah penumpang tumbuh 6 persen menjadi 3,86 juta pax. Kargo tumbuh 40 persen jadi 19,21 juta kilogram, dan lalu lintas pesawat tumbuh 11 persen jadi 31.865 pergerakan pesawat. Jadi mau tidak mau harus pindah karena Bandara Husein sudah maksimal dikembangkan,” jelas Pramintohadi.

Baca juga : Anak, Wujud Persatuan Indonesia dan Malaysia

Dilain tempat, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti optimistis Bandara Kertajati bakal mendorong pengembangan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Majalengka dan sekitarnya.

“Kami optimistis Bandara Kertajati ini akan menjadi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah-daerah di Jawa Barat secara keseluruhan terutama wilayah Majalengka dan sekitarnya,” pungkas Polana.

Baca juga : Bandung Barat Kembangkan Tanaman Obat Skala Nasional

Sekedar info, Berbagai akses penunjang pun telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sudah ada 19 operator bus dan 167 armada angkutan umum yang siap melayani transportasi darat dari dan menuju Bandara Kertajati menuju Bandung, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Cikarang, Indramayu, Purwakarta, dan Sumedang.

Begitu pula dengan akses tol Cisumdawu sebagai salah satu akses penunjang utama Bandara Kertajati semakin ditingkatkan proses pengerjaannya. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.