Dark/Light Mode
Genjot EBT, PLN Targetkan 212 MW PLTD Dikonversi Jadi PLTS Dan Baterai
RM.id Rakyat Merdeka - PLN menegaskan komitmennya dalam mendukung program dekarbonisasi Pemerintah untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060. Antara lain, melalui program de-dieselisasi yang dimulai tahun ini.
"Dalam jangka menengah, PLN juga berkomitmen untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen di tahun 2025," tutur Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN Wiluyo Kusdwiharto, dalam laporannya mengenai program de-dieselisasi, dalam acara: International Seminar : Renewable Energy Technologi As Driver For Indonesia's De-Dieselization di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Rabu (23/3/2022).
Wiluyo menjelaskan, dalam program de-dieselisasi, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) eksisting bakal dikonversi menjadi 3 skema yaitu, konversi PLTD ke EBT (Pembangkit Listrik Tenaga Surya/PLTS), konversi PLTD ke Gas (gasifikasi), dan konversi PLTD menjadi interkoneksi ke grid.
Program konversi PLTD ke EBT (PLTS) mempunyai dua skema, yaitu konversi PLTD menjadi PLTS dan baterai atau menjadi hybrid (PLTS dan PLTD eksisting).
"Konversi PLTD ke EBT dilakukan di daerah-daerah PLTD yang isolated / jauh dari grid, dan tidak memiliki sumber energi baru terbarukan alternatif lainnya," katanya.
Dalam tahap I, direncanakan sekitar 212 Mega Watt (MW) PLTD di sekitar 183 lokasi akan dikonversi menjadi PLTS dan baterai.
Wiluyo berharap, program konversi PLTD dengan total 499 MW ke EBT ini, dapat menurunkan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 67 ribu kiloliter, menurunkan emisi CO2 sebesar 0,3 juta ton CO2e, serta meningkatkan bauran energi EBT sebesar 0,15 persen.
"Dalam program De-dieselization Tahap I, PLN akan menerapkan konsep tender baru sehingga dapat mengoptimalkan proyek tersebut," imbuhnya.
Wiluyo juga mengungkapkan, total PLTD milik PLN di Indonesia saat ini berjumlah 5.200 unit dan tersebar di 2.130 lokasi, yang rata-rata adalah lokasi isolated.
Tahun 2020, pemakaian BBM di PLN mencapai 2,7 juta kiloliter atau setara dengan Rp 16 triliun. [FAZ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.