Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dukung Energi Terbarukan

Danone Targetkan Seluruh Pabrik Aqua Pakai PLTS Pada 2023

Rabu, 18 Agustus 2021 18:50 WIB
Pabrik Danone sudah menggunakan panal surya untuk mendukung energi terbarukan. (Foto: ist)
Pabrik Danone sudah menggunakan panal surya untuk mendukung energi terbarukan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan RI ke-76, Danone Indonesia bersama sejumlah perusahaan nasional dan multinasional dari berbagai sektor industri, menyatakan dukungan penggunaan energi terbarukan di Indonesia.

Komitmen ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia untuk memenuhi 23 persen bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025.

Pernyataan dukungan ini disampaikan secara virtual pada acara peluncuran pernyataan aspirasi bersama bertema, “Supporting Indonesia Renewable Energy Transition through Commercial and Industrial Sectors Collaboration”, yang dikoordinir dan diselenggarakan oleh Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) Indonesia. 

Tiga belas perusahaan yang juga menjadi bagian dari Kelompok Kerja Corporate Buyer CEIA Indonesia, yang terdiri dari Danone Indonesia, Amazon, Body Shop, Columbia, grup H&M, Multi Bintang Indonesia, New Balance, Nike, Nutrifood, REI, Schneider Electric, Six Senses, dan VF Corporation menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk bersama mencapai tujuan energi terbarukan di Indonesia. 

Berita Terkait : PLN Bangun Anjungan Listrik Pertama Di Ternate

Sinergi yang terjalin ini, kedepannya diharapkan dapat mempercepat penggunaan energi terbarukan di Indonesia sekaligus menjadi peluang investasi dan membuka lapangan kerja baru. Sehingga Indonesia dapat mencapai 50 persen bauran energi terbarukan  pada saat memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-100 di 2045.

Co-lead CEIA Indonesia dan Country Director Allotrope Partners, Gina Lisdiani mengatakan, sangat senang dapat memfasilitasi Pernyataan Aspirasi Bersama dari anggota kelompok kerja CEIA, yang mewakili beberapa konsumen energi terbesar di Indonesia. Pihaknya memiliki visi yang sama dalam memberikan ruang bagi konsumen energi untuk berpartisipasi dalam pengadaan energi terbarukan dan mempercepat capaian target energi terbarukan Indonesia. 

“Anggota Kelompok kerja Corporate Buyer CEIA Indonesia dan rantai pasok mereka dapat memainkan peran yang kuat dalam berbagi pengetahuan mereka dan mendukung replikasi pengalaman pengadaan EBT di pasar lain tempat mereka beroperasi,” ujarnya, Rabu (18/8).

Sementara itu, Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni mengatakan, langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen global untuk menjawab isu perubahan iklim yang saat ini telah menjadi tantangan sistemik dunia. Menjadi mitra pemerintah dalam menerapkan energi terbarukan merupakan salah satu prioritas Danone yang juga sejalan dengan visi global perusahaan, One Planet One Health. 

Berita Terkait : Begini Strategi PLN Kejar Target Nol Emisi Karbon Pada 2060

Pihaknya berkomitmen mendukung Pemerintah Indonesia dan terbuka untuk berkolaborasi dalam upaya mempercepat transisi penggunaan energi terbarukan di Indonesia melalui penguatan kebijakan dan peraturan, serta program yang mendukung munculnya opsi-opsi pengadaan energi terbarukan yang kompetitif dan inovatif. 

“Kami percaya, dengan memperkuat  aksi nyata melawan perubahan iklim dunia, Indonesia dapat memainkan peran kunci untuk terciptanya masyarakat yang lebih tangguh,” bebernya.

Sebagai bentuk implementasi dari komitmen tersebut, Danone mengembangkan berbagai inisiatif dan upaya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari perusahaan Renewable Electricity (RE) 100, Danone berkomitmen untuk mencapai 100 persen penggunaan energi listrik terbarukan pada 2030, yang saat ini telah mencapai 54 persen di tingkat global, serta mencapai zero net carbon emission di sepanjang rantai pasoknya pada tahun 2050. 

Komitmen ini diwujudkan di Indonesia dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 6,2 MWp di keempat pabrik perseroan. Selain itu, pihaknya juga merealisasikannya melalui pemasangan boiler biomassa berkapasitas 6 ton sebagai penghasil tenaga uap di pabrik yang lain.

Berita Terkait : Tiga BUMN Keroyokan Suplai Biomassa Ke PLTU Batubara

“Kami pun berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas dan jangkauannya ke lebih banyak pabrik kami yang lain,” tambah Ratih.

Danone Indonesia menargetkan PLTS dapat terpasang di seluruh atap pabrik Danone-AQUA pada tahun 2023 dengan total kapasitas sistem lebih dari 15 MWp dan mampu menghasilkan listrik sebesar 21 GWh serta mengurangi emisi karbon sebesar 16.633 ton CO2/tahun, dilanjutkan secara bertahap di seluruh pabrik Sarihusada dan Nutricia hingga tahun 2025. 

Sebelumnya, Danone Indonesia sebagai anggota dari European Business Chambers of Commerce (EuroCham) Indonesia juga menjadi bagian dari kerjasama antara EuroCham dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terkait advokasi dan kerja sama pengembangan energi terbarukan di Indonesia. [DIT]