Dark/Light Mode

Aksi Nyata Dukung G20, Pertamina Lakukan Transisi Energi

Kamis, 24 Maret 2022 22:19 WIB
Pertamina memasang panel surya untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Group. (Foto: Ist)
Pertamina memasang panel surya untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Group. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presidensi G20 Indonesia 2022 memprioritaskan transisi energi berkelanjutan sebagai salah satu isu utama yang harus ditindaklanjuti secara global dan kolektif. 

Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Pertamina mengambil aksi nyata dengan terus fokus menjalankan delapan inisiatif strategis demi meningkatkan ketersediaan Energi Baru Terbarukan (EBT). 

Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), Dannif Danusaputro menjelaskan, Pertamina saat ini memberikan peran besar kepada Subholding PNRE untuk mengimplementasikan agenda strategis Pertamina untuk mencapai target portofolio energi hijau mencapai 17 persen pada tahun 2030. 

Baca juga : KLHK: Transformasi Digital Dukung Pengelolaan Hutan Lestari Efisien

Langkah-langkah tersebut semakin kuat dengan hadirnya dukungan global yang disuarakan dalam Task Force Energy, Sustainable & Climate B20 dalam serangkaian pertemuan dan aksinya untuk menyuarakan aspirasi berbagai segmen termasuk pelaku industri.

“Pertamina bertekad untuk mempercepat seluruh program green energy transition, khususnya 8 inisiatif yang sudah dijalankan dari hulu hingga hilir,” ujar Dannif di tengah rangkaian kegiatan EDM-CSWG G20 pada site visit delegasi di Balkondes CSR Pertamina Karangrejo, Magelang, Kamis (24/3), 

Menurut Dannif, inisiatif strategis yang terus dilakukan Pertamina, seperti merealisasikan target pengembangan energi bersih sebesar 10 gigawatt (GW) hingga 2026. Selain itu mengembangkan proyek carbon capture utilization and storage (CCUS).

Baca juga : Amerika Serikat Dukung Indonesia Laksanakan Folu Net Sink 2030

Seperti di Lapangan Sukowati dan Gundih; melanjutkan mekanisme pembangunan energi bersih di operasi panas bumi; mengembangkan konsep green energy station/GES, yaitu SPBU dengan konsep hijau, menggunakan PLTS sebagai sumber energi listrik, masa depan, digital, dan bahan bakar lebih ramah lingkungan; serta memasang panel surya dengan kapasitas total 500 MW hingga 2030 untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Group.

Pertamina, kata dia, terus memastikan akan menjadi terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah yang menargetkan penurunan emisi sebesar 29 persen pada 2030. Di sektor energi, pemerintah menargetkan mengurangi emisi sebanyak 314 juta ton setara CO2 (tCO2e) pada tahun 2030. 

Untuk dapat memberikan hasil yang signifikan dalam memitigasi perubahan iklim, maka dengan pola bisnis seperti saat ini, sektor Migas secara global harus mengurangi emisi setidaknya 3,5 gigaton setara karbon dioksida (GtCO2e) per tahun pada tahun 2050.

Baca juga : Menkominfo & Dewan Pers Rumuskan Aturan Hak Penerbit

“Langkah ini sejalan dengan tema presidensi tahun ini yakni recover together recover stronger dengan isu prioritas utama yang memerlukan tindakan kolektif secara global, yakni mengenai arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi,” pungkas Dannif. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.