Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dolar AS Melonjak, Rupiah Pagi Ini Kurang Tenaga

Selasa, 29 Maret 2022 09:52 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,02 persen ke level Rp 14.363 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.359 per dolar AS.

Sementara, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,19 persen, dolar Hong Kong naik 0,02 persen, dolar Singapura hijau 0,06 persen, dan won Korea Selatan melonjak 0,52 persen, peso Filipina naik 0,06 persen, yuan China menguat 0,08 persen, dan baht Thailand naik 0,16 persen.

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melonjak ke posisi 99,07 dari sesi sebelumnya di kisaran 98,8. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,99 persen ke level Rp 15.761, terhadap poundsterling Inggris turun 0,66 persen ke level Rp 18.782, dan terhadap dolar Australia minus 0,45 persen ke level Rp 10.733.

Berita Terkait : Selundupkan Ribuan Reptil Di Kantong Jaket

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan dolar terhadap mata uang lainnya didorong oleh kembali dimulainya pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia.

Imbal hasil obligasi AS yang tinggi akibat inflasi, serta bank of Japan (BoJ) mempertahankan batas imbal hasil implisitnya juga memicu penguatan dolar AS.

“Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Jumat, dengan benchmark 10 tahun naik ke level tertinggi hampir tiga tahun karena investor terus menimbang inflasi yang tinggi dan Federal Reserve AS yang hawkish,” kata jelas Ibrahim dalam riset harian yang dikutip, Selasa (29/3).

Berita Terkait : Luhut-Puan Tak Bicara Penundaan Pemilu

Dari dalam negeri, pasar terus memantau perkembangan jelang akhir Maret 2022. Pasar keuangan Indonesia juga kembali ditinggal pergi investor asing.

Hal terlihat dari banyaknya dana asing yang keluar dari Tanah Air. Aliran dana asing kembali keluar dari Indonesia setelah sebelumnya mengalir deras masuk ke Indonesia pada pekan lalu.

Ibrahim memproyeksi mata uang Garuda sepanjang hari ini bakal fluktuatif, dan ditutup melemah di rentang Rp 14.350 sampai Rp 14.380 per dolar AS. [DWI]