Dewan Pers

Dark/Light Mode

PUPR Habiskan Rp 46 Miliar Permak Rumah Warga Di Kawasan Wisata

Jumat, 11 Maret 2022 23:51 WIB
Program pembangunan rumah warga di kawasan wisata.
Program pembangunan rumah warga di kawasan wisata.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian PUPR telah merenovasi rumah warga dengan pola pemberdayaan, sehingga rumah layak untuk menjadi homestay di kawasan wisata.  Harapannya, agar masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. 

"Tolong dirawat, dijaga dan dikelola dengan baik. Saya pesan ditata lingkungannya dan dijaga kebersihannya," pesan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dikutip Jumat (11/3)

Berita Terkait : Amartha Siapkan Modal Untuk 1 Juta Mitra Perempuan Pengusaha Mikro Di Desa

Ia menjelaskan, pembangunan rumah wisata ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni dan sekaligus dapat dimanfaatkan untuk usaha pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat. 

Pada tahun 2021, Kementerian PUPR telah menyelesaikan program peningkatan kualitas rumah swadaya di KSPN Morotai, Tanjung Kelayang, Raja Ampat, Wakatobi, dan Bromo-Tengger-Semeru sebanyak 900 unit dengan alokasi anggaran Rp 46,05 miliar. 

Berita Terkait : Telkom Bagikan Sembako Untuk Korban Gempa Di Pasaman Barat

Desain renovasi rumah warga menjadi Sarhunta dimodifikasi lebih modern, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal sebagai upaya menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menginap. 

Untuk Sarhunta di KSPN Morotai, salah satunya dibangun di permukiman warga di Desa Galo Galo, Kecamatan Morotai Selatan, yang telah menobatkan dirinya sebagai Desa Wisata Mandiri. Pembangunan Sarhunta KSPN Morotai sebanyak 170 unit dengan anggaran Rp 7,25 miliar. 

Berita Terkait : Punya Perkakas Rumah Berkualitas Bagian Dari Penghematan

Selanjutnya, terdapat pembangunan Sarhunta KSPN Tanjung Kelayang sebanyak 90 unit dengan anggaran Rp 4,45 miliar, KSPN Raja Ampat sebanyak 90 unit dengan anggaran Rp 6 miliar, KSPN Wakatobi 120 unit dengan anggaran Rp 5,5 miliar dan KSPN Bromo-Tengger-Semeru sebanyak 430 unit dengan anggaran Rp 22,85 miliar. 

Lima KSPN unggulan tersebut, merupakan bagian dari 10 “Bali Baru” yang dikembangkan Pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Dengan terbangunnya infrastruktur pendukung KSPN, diharapkan akan meningkatkan produktivitas sektor pariwisata menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. [MFA]