Dewan Pers

Dark/Light Mode

6 Gubernur Nggak Ikut Kemah Di IKN Karena Kurang Sehat

Senin, 14 Maret 2022 14:28 WIB
Presiden Jokowi menuangkan air yang diterima dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Senin (14/3). (Foto: Istimewa)
Presiden Jokowi menuangkan air yang diterima dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Senin (14/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menyebut, ada enam gubernur tak menghadiri secara langsung prosesi penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Senin (14/3). Keenamnya beralasan ada kendala kesehatan.

"Semua alasan izin karena kesehatan," kata Heru dalam keterangannya, Senin (14/3).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi menerima tanah dan air secara langsung dari 34 gubernur di Indonesia untuk disatukan dalam sebuah bejana besar di titik nol kilometer IKN, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Berita Terkait : Bendungan Sepaku Semoi di IKN Dukung Ketahanan Air dan Pangan Nasional

Melalui pemandu acara dalam tayangan langsung prosesi penyatuan tanah dan air Nusantara yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, terdapat enam gubernur yang diwakili, yakni Gubernur Papua Lukas Enembe yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Papua Y. Derek Hagemu.

Kemudian, Gubernur Banten Wahidin Halim juga tak hadir dan diwakili Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman juga absen dan diwakili Wakil Gubernur Abdul Fatah.

Selanjutnya, Gubernur Bali Wayan Koster diwakili oleh Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Gubernur Gorontalo yang diwakili Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang diwakili Wakil Gubernur Edy Pratowo.

Berita Terkait : Gubernur Bali Minta Uji Coba PPLN Tanpa Karantina Dimajukan Ke 7 Maret

Seluruh tanah dan air disatukan oleh Presiden dan disimpan di sebuah bejana besar berwarna tembaga.

Gubernur pertama yang menyerahkan tanah dan air dari daerahnya adalah Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Kemudian berturut-turut, sejumlah gubernur dari provinsi lainnya, hingga ditutup oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, penyatuan tanah dan air nusantara ini menandai cita-cita besar dan pekerjaan besar yang akan segera dimulai yaitu pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Berita Terkait : Tepuk Tangan Untuk Anies

"Saya hadir di sini bersama-sama 34 gubernur dari 34 propinsi dari seluruh tanah air, bersama 15 tokoh masyarakat dari Kalimantan Timur. Kita tahu baru saja tadi tanah dan air yang dibawa oleh 34 gubernur telah kita satukan di tempat yang akan jadi lokasi Ibu Kota Nusantara," kata Jokowi.

Kepala Negara menekankan, prosesi penyatuan tanah dan air Nusantara merupakan bentuk kebinekaan dan persatuan yang kuat untuk membangun Ibu Kota Nusantara.

"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, swasta dan seluruh masyarakat dalam pembangunan ibu kota negara ini akan sangat membantu apa yang kita cita-citakan ini segera terwujud," tandas Presiden Jokowi. [FAQ]