Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat dan China tengah sibuk perang dagang. Yang jadi korban bukan hanya kepentingan dua negara ini. Ekonomi kita juga ikut kena bom. Buktinya, defisit perdagangan kita dengan China makin melebar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perdagangan Indonesia terhadap China mengalami defisit mencapai 8,48 miliar dollar AS pada periode JanuariMei 2019. Angka itu meningkat dari defisit Januari-Mei 2018 yang sebesar 8,11 miliar dollar.
Berdasarkan data BPS, defisit neraca perdagangan Indonesia dan China pun kian melebar karena nilai perdagangan ekspor dari Tanah Air ke China menurun lebih dalam ketimbang impor dari negeri Tirai Bambu ke Indonesia. Tercatat, nilai ekspor JanuariMei 2019 hanya sebesar 9,55 miliar dollar. Padahal, ekspor periode yang sama tahun lalu mencapai 10,25 miliar dollar. Artinya, terjadi penurunan ekspor mencapai 700 juta dollar dalam lima bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Baca juga : Tertinggi di Asia Tenggara, Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Sementara, penurunan impor dari China ke Indonesia lebih rendah, yaitu hanya sekitar 330 juta dollar dari 18,36 miliar dollar menjadi 18,03 miliar dollar. Kepala BPS Suhariyanto melihat penurunan ekspor yang lebih tinggi dari impor terjadi karena ketegangan hubungan antara China dengan AS.
Kedua negara saling melempar kebijakan peningkatan tarif bea masuk impor untuk berbagai produk asal masing-masing negara. Hal ini, katanya, membuat kinerja industri di China menurun.
Bahkan, pertumbuhan ekonomi negara itu sudah melambat dari 6,8 persen pada kuartal I 2018 menjadi 6,4 persen pada kuartal I 2019.“Kalau ada perlambatan pertumbuhan ekonomi di China, pasti mempengaruhi permintaan barang ke Indonesia,” ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, kemarin.
Baca juga : Triwulan II, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Landai
Selain karena perang dagang, menurutnya, penurunan kinerja ekspor yang selanjutnya meningkatkan posisi defisit dagang Indonesia dari China juga terjadi karena penurunan harga komoditas di pasar internasional. Terlebih, sambungnya, jenis komoditas yang kerap diekspor ke China merupakan komoditas sumber daya alam.
“Komoditas utama yang diekspor ke China adalah lignit, batu bara, dan minyak kelapa sawit. Komoditas-komoditas ini mengalami penurunan harga dari April ke Mei lalu,” ungkapnya.
Kendati mengalami peningkatan defisit neraca perdagangan dari China, namun Indonesia justru berhasil meningkatkan surplus perdagangan dari AS. Tercatat, surplus meningkat dari 3,56 miliar dollar menjadi 3,93 miliar dollar. Hal ini terjadi karena ekspor dari Indonesia ke AS meningkat dari 7,42 miliar dollar menjadi 7,25 miliar dollar pada periode Januari-Mei 2019. Sedangkan impor menurun dari 3,86 miliar dollar menjadi 3,32 miliar dollar. Sementara Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik pencapaian surplus neraca perdagangan RI.
Baca juga : Terkait Terobosan Ekonomi, Presiden Minta Masukan Dari Apindo dan Hippindo
“Ini perkembangan yang baik. Surplus neraca perdagangan pada periode ini didukung kinerja ekspor nonmigas yang bisa menutup defisit pada sektor migas. Ekspor memang naik relatif tinggi, sehingga nonmigas surplus cukup menutup defisit migas,” katanya.
Namun, ia belum dapat memastikan kelanjutan surplus neraca perdagangan pada bulan berikutnya. “Masih sulit mengatakan akan terus atau tidak,” kata Darmin. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya