Dark/Light Mode

Selisih Harga Solar Ditanggung Pertamina

Pengamat: Pemberian Kompensasi Harus Berbasis Regulasi

Rabu, 30 Maret 2022 20:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 Sebelumnya 
Nicke menambahkan, dukungan DPR dan pemangku kepentingan (stakeholder) lain diperlukan apalagi saat ini kondisi perusahaan juga ditekan dari berbagai sisi terutama untuk bisnis hilir.

Baca juga : Penuhi Permintaan Pasar, Pemerintah Harus Berdayakan Produk Dalam Negeri

Munculnya kelangkaan solar subsidi adalah contoh nyata dari tekanan eksternal yang membuat perusahaan juga pada akhirnya harus ikut tertekan. Meskipun begitu, Pertamina tetap harus menyediakan dana besar mencapai 6 miliar dolar AS (setara Rp 84,6 triliun dengan kurs Rp 14.400 per dolar AS) untuk mengamankan pasokan solar subsidi.

Baca juga : Indonesia Dorong Optimalisasi Ekonomi Digital Berbasis Data

Menurut Nicke, meskipun saat ini perusahaan tengah mengalami tekanan berat akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Namun demikian, perusahaan harus tetap menjaga ketahanan stok BBM jenis Solar selama 21 hari.

Baca juga : Romo Benny: Pelaku Penistaan Agama Harus Segera Diproses Pengadilan

"Untuk menjaga stok 21 hari ini, Pertamina harus menaruh senilai 6 miliar dolar AS. Jadi cukup besar bagi cashflow kita untuk menjaga ketahanan suplai," kata Nicke. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.