Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Ayo SRC, aplikasi yang dikembangkan Sampoerna Retail Community (SRC), komunitas toko kelontong binaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) terus berupaya mendukung kegiatan sektor ritel skala UMKM.
Komunitas yang berdiri pada 2008 dengan 57 toko di Medan, kini sudah mempunyai anggota lebih dari 160.000 toko kelontong yang tersebar di 34 provinsi.
"Melalui Ayo SRC, Sampoerna membentuk ekosistem digital yang menghubungkan produsen, grosir, peritel, dan konsumen serta menawarkan merek label pribadi (private label brands). Selain itu Ayo SRC juga menyediakan beragam layanan lainnya untuk mendukung kegiatan UMKM," kata Direktur Komersial Sampoerna Ivan Cahyadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/4).
Di tengah situasi pandemi dan pembatasan pergerakan masyarakat yang berlaku, menurut Ivan, aplikasi digital yang dapat menghubungkan UMKM dengan pemasok dan konsumen dapat meningkatkan daya tahan UMKM.
Baca juga : Lestari: Bangun Kemandirian Bangsa Dengan Dialog
"Dengan digitalisasi, mereka tetap dapat bertransaksi dan melayani konsumen secara digital. Hal ini juga meningkatkan daya saing UMKM, khususnya dibandingkan pelaku retail modern yang mungkin telah lebih dahulu memanfaatkan teknologi digital," tambanya.
Berbagai fitur lain juga diperkenalkan Ayo SRC untuk mendukung tumbuh kembang toko kelontong. Salah satunya adalah akses pembayaran digital Pojok Bayar, yang memungkinkan konsumen untuk melakukan transaksi digital mereka melalui toko kelontong.
"Solusi payment points for online banking (PPOB) tersebut dapat dimanfaatkan antara lain untuk konsumen melakukan pembayaran tagihan, paket internet, top-up dompet elektronik, dan lainnya," jelasnya.
Permodalan juga menjadi salah satu perhatian dari SRC bagi para toko kelontong anggota. Dengan Pojok Modal, SRC membuka akses permodalan, menghubungkan anggota dengan layanan peer-to-peer lending terpercaya yang bermitra dengan Sampoerna. "Fitur ini sangat membantu anggota SRC yang selama ini belum dapat tersentuh oleh layanan perbankan," kata Ivan
Baca juga : Myriad Social Hadirkan Solusi Desentralisasi
Ivan Cahyadi bercerita SRC sedniri adalah bentuk perhatian tim komersial Sampoerna dengan para toko yang bermitra.
“Waktu itu, tim di lapangan punya kegelisahan, mereka melihat toko kelontong semakin terdesak karena tidak punya modal, tidak punya akses ke digital, dan sebagainya. Dan dari sanalah, dan berpegang dengan Falsafah Tiga Tangan, kami membentuk program untuk membantu toko kelontong meningkatkan bisnis mereka dan ikut digitalisasi,” tuturnya.
Ivan menambahkan, hal ini pun berlandaskan Falsafah Tiga Tangan perusahaan yang merepresentasikan konsumen dewasa, karyawan dan mitra usaha, serta masyarakat luas.
“Sesuai Falsafah Tiga Tangan, Sampoerna selalu percaya keberhasilan perusahaan juga harus diimbangi dengan keberhasilan retailer, mitra, dan juga pemangku kepentingan lainnya, untuk bertumbuh bersama.”
Baca juga : Nikmati Libur Panjang Dengan Tetap Prokes Ya...
Tantangan pandemi kembali mengingatkan bagi seluruh pelaku usaha pentingnya untuk terus beradaptasi. Khususnya dalam mengikuti laju digitalisasi yang semakin kencang.
"Seperti halnya Ayo SRC yang dikembangkan Sampoerna bagi toko kelontong binaan, serta pendampingan UMKM yang terus dilakukan perusahaan, pemulihan ekonomi nasional akan memerlukan berbagai pihak untuk saling mendukung dan saling mengangkat untuk dapat bersama-sama pulih dan menjadi lebih kuat," tutup Ivan. [IPL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya