Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 14.365 per dolar AS. Rupiah menguat 0,11 persen dibandingkan perdagangan Jumat lalu, Rp 14.380 per dolar AS.
Sementara, mayoritas mata uang di Asia melemah. Misalnya dolar Singapura minus 0,11 persen, won Korea Selatan minus 0,19 persen, peso Filipina yang minus 0,01 persen, rupee India minus 0,06 persen, yuan China minus 0,02 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dan baht Thailand minus 0,15 persen. Sedangkan yen Jepang naik 0,03 persen dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.
Baca juga : Kaley Cuoco, Betah Tanpa Pasangan
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra memprediksi, pekan ini rupiah akan tertekan. Hal ini karena adanya rencana The Fed menaikan suku bunga acuan secara agresif karena inflasi di AS yang sudah sangat tinggi.
Selain itu, kata dia, kekhawatiran akan inflasi yang tinggi juga didorong oleh harga pangan dan energi yang naik. Kenaikan harga disebabkan oleh perang yang masih berlanjut di Rusia dan Ukraina.
Baca juga : Mengemis Di Bulan Puasa
Ariston memproyeksikan rupiah akan melemah pada rentang Rp 14.400 dengan potensi support Rp 14.350. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya