Dewan Pers

Dark/Light Mode

Telkom Konsisten Dukung Perubahan Iklim

Rabu, 27 April 2022 11:45 WIB
Telkom menyelenggarakan program konservasi terumbu karang di kawasan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang dengan melibatkan nelayan serta komunitas alam setempat. Telkom mendukung perluasan wilayah konservasi terumbu karang dengan menyediakan sekitar 500 rak laba-laba sebagai media tanam.
Telkom menyelenggarakan program konservasi terumbu karang di kawasan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang dengan melibatkan nelayan serta komunitas alam setempat. Telkom mendukung perluasan wilayah konservasi terumbu karang dengan menyediakan sekitar 500 rak laba-laba sebagai media tanam.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memberikan kontribusi terbaik terhadap perubahan iklim melalui berbagai program pelestarian lingkungan guna membangun kembali ekosistem yang seimbang dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Sebagai motor penggerak percepatan digitalisasi Indonesia, Telkom menginisiasi digitalisasi di bidang lingkungan melalui program reboisasi dan konservasi hutan binaan berbasis digital dengan penggunaan Geographic Information System (GIS) sebagai sistem monitoring tumbuh kembang pohon. Inisiatif restorasi dan konservasi berbasis digital ini diawali di dua titik lokasi yaitu Taman Buru Masigit Kareumbi dan Karangtengah di Kabupaten Garut.

GIS diyakini mampu meningkatkan data inventarisasi hutan, memudahkan proses perbaikan kondisi hutan, merencanakan perbaikan dalam jangka pendek secara memadai, memperbaiki pertumbuhan hutan, pendataan jumlah dan jenis pohon serta pelaporan tumbuh kembang hasil reboisasi secara berkala.

Manager Community Development Center (CDC) Divisi Telkom Regional IV Jateng-DIY, Siwi Widiarto mengatakan, kegiatan penghijauan di pesisir ini selaras dengan program unggulan Telkom. 

Berita Terkait : Lewat Digital, Telkom Dukung Pengusaha Lokal Pontianak Naik Kelas

”Telkom selalu berupaya untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, salah satunya melalui program pencegahan abrasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi efek rumah kaca guna mendukung penanggulangan perubahan iklim yang efektif,” ujar Siwi dalam keterangannya, Selasa (26/4).

Secara khusus Senior General Manager Community Development Center (SGM-CDC) Hery Susanto menyampaikan, gerakan tersebut merupakan respon simultan Telkom terhadap dampak perubahan iklim yang berakibat pada ekosistem pesisir dan laut, termasuk di dalamnya adalah mangrove dan terumbu karang. 

"Diharapkan melalui program ini, Telkom dapat berkontribusi secara aktif dalam mendukung penanggulangan perubahan iklim,” tegasnya.

Lebih lanjut Hery menyampaikan, terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai sumber pangan, tempat pemijahan, pengasuhan, dan mencari makan bagi biota laut. Selain itu, terumbu karang juga menurutnya berfungsi sebagai sumber plasma nutfah serta tempat rekreasi dan pelindung pantai.

Berita Terkait : Mahasiswa dan Ancaman Perubahan Iklim

Sedangkan hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup, yaitu sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai, dengan kata lain tumbuhan mangrove mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai dan mengenai reboisasi. 

"Sehingga reboisasi menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan area hijau kembali. Reboisasi juga bukan sekadar solusi untuk memperbaiki keadaan hutan, tapi juga menjadi solusi untuk mengatasi perubahan iklim di dunia," pungkas Hery.

Selain itu, Telkom menyelenggarakan program konservasi terumbu karang di kawasan Pulau Badul, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang dengan melibatkan nelayan serta komunitas alam setempat. Program ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya, di mana Telkom mendukung perluasan wilayah konservasi terumbu karang dengan menyediakan sekitar 500 rak laba-laba sebagai media tanam. Melalui program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam melindungi ekosistem terumbu karang yang merupakan komponen penting dalam pelestarian ekosistem laut, serta bagi kelangsungan dan pertumbuhan ekosistem pesisir.

Pada Maret lalu, Telkom juga menggelar aksi penanaman 20.000 bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) Mangunharjo, Semarang, beberapa waktu lalu. Acara yang mengusung tagline “Cegah Abrasi Selamatkan Generasi” dilaksanakan dalam rangka membangun perisai di daerah pesisir dari ancaman abrasi sekaligus sebagai bagian dari program Sustainable Development Goals (SDGs) dari Telkom bagi masyarakat sekitar. [MFA]

Berita Terkait : Menteri PUPR Dukung Pembangunan Gedung KBRI Tokyo