Dewan Pers

Dark/Light Mode

Konsisten Ramah Lingkungan, Menhub Beri Jempol Blue Bird

Jumat, 22 April 2022 16:28 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memberi jempol atas komitmen PT Blue Bird dalam mendukung layanan transportasi ramah lingkungan. (Foto: Istimewa)
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memberi jempol atas komitmen PT Blue Bird dalam mendukung layanan transportasi ramah lingkungan. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Blue Bird Tbk (Bluebird) tetap konsisten memperhatikan lingkungan dalam menjalankan bisnisnya di layanan jasa transportasi. Perusahaan bahkan sudah menyiapkan strategi dalam mengurangi 50 persen emisi karbon dan buangan operasional untuk tahun 2030.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memberi jempol atas komitmen PT Blue Bird dalam mendukung layanan transportasi ramah lingkungan. Baru-baru ini Blue Bird mulai mempelopori penggunakan kendaraan listrik untuk angkutan umum (taksi).

Langkah Blue Bird tersebut dianggap dapat mendukung program pemerintah dalam menurunkan zero emisi. "Saya apresiasi langkah Bluebird ini. Kami dari Pemerintah men-support hadirnya kendaraan listrik yang ramah lingkungan," katanya saat ditemui dalam rangkaian acara Blue Bird, di Jakarta dikutip Jumat (22/4).

Menhub juga sempat menjajal kendaraan listrik milik Bluebird. Ia mengaku mendapat pengalaman menarik. "Rasanya enak banget. Kita apresiasi Bluebird karena mulai beralih ke kendaraan listrik," ujar Budi Karya.

Berita Terkait : Berguru Dari Pohon (1)

Menurutnya, salah satu masalah utama pengembangan kendaraan listrik di Indonesia adalah harganya yang masih tergolong mahal. Karenanya, belum terbentuk ekuilibrium yang baik antara kebutuhan pasar dengan harga jual mobil listrik dari pabrikan.

"Tapi mungkin suatu hari bisa kita temukan ekuilibrium yang baik. Mungkin kalau Bluebird atau perusahaan lain sudah siap (memakai mobil listrik), akan lebih membantu (membentuk ekuilbrium), sehingga bisa berjalan dengan baik," tutur Budi Karya.

Jika nantinya titik ekuilibrium tersebut telah terbentuk, lanjut Budi, maka ekosistem kendaraan listrik nasional juga akan terbentuk, sehingga mendorong penggunaan yang lebih massal di masyarakat.

"Kalau sudah banyak (yang memakai mobil listrik), maka pemerintah juga terbantu dalam hal mengurangi emisi karbon di sektor transportasi. Juga sekaligus mendukung percepatan impelementasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia," tegasnya.

Berita Terkait : Menempuh Jalan Suluk (2)

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengatakan, inovasi yang dihadirkan Bluebird termasuk kehadiran kendaraan listrik adalah sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah.

Ia juga memandang, upaya mewujudkan pembangunan transportasi yang berkelanjutan, Pemerintah butuh dukungan dan sinergi. "Perlu ada kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan. Termasuk pelaku bisnis," katanya.

Maka melalui visi keberlanjutan 50/30, Bluebird berharap dapat membuktikan komitmen Perusahaan dalam mengurangi 50 persen emisi karbon dan limbah operasional di tahun 2030. Serta menerapkannya ke dalam tiga pilar Visi Keberlanjutan, yaitu BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.

"Pada pilar BlueCorps, Perseroan mengupayakan peningkatan kualitas tata kelola bisnis perusahaan," tambah Sigit.

Berita Terkait : Menempuh Jalan Suluk (1)

Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk dan Koordinator Bluebird Peduli Noni Purnomo menambahkan, perusahaan sudah berkomitmen untuk mewujudkan agenda Visi Berkelanjutan 50/30. Visi itu merupakan gambaran dari strategi Perseroan dalam mengurangi 50 persen emisi karbon dan buangan operasional di tahun 2030.

Di usia Perseroan yang genap 50 tahun pada tanggal 1 Mei mendatang memiliki makna tersendiri bagi lebih dari 2000 karyawan dan lebih dari 20 ribu pengemudi Bluebird. Dia mengatakan, Bluebird selalu memegang teguh nilai-nilai yang ditanamkan para pendirinya dan menjadi pelopor layanan transportasi darat.

"Nilai luhur yang menjadi landasan Bluebird Sustainability Vision sekarang, seiring juga dengan agenda Pemerintah untuk mewujudkan transportasi yang berkelanjutan," tandasnya. [JAR]