Dewan Pers

Dark/Light Mode

Genjot Digital, Telkom Raup Pendapatan Rp 143,2 Triliun

Rabu, 20 April 2022 23:23 WIB
Markas Telkom di Gedung Landmark Jl Gatot Subroto Kav. 52
Markas Telkom di Gedung Landmark Jl Gatot Subroto Kav. 52

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku tahun 2021 dengan kinerja yang positif. Operator merah putih ini mencatat laba bersih sebesar Rp 24,8 triliun atau tumbuh 19 persen dari periode sebelumnya. Perolehan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan hingga 4,9 persen menjadi Rp 143,2 triliun. Sementara EBITDA pada 2021 tercatat Rp 75,7 triliun atau tumbuh 5,1 persen secara yoy. Margin EBITDA dan laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi 52,9 persen dan 17,3 persen.. 

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, langkah Telkom menjadi digital telco mulai memperlihatkan hasil yang baik dengan pertumbuhan positif di 2021.

"Pencapaian ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam melakukan transformasi digital, memperkuat kapabilitas digital, serta melakukan inovasi di berbagai aspek. Kali ini strategi Five Bold Moves merupakan prioritas Telkom untuk memperkuat competitive advantages perusahaan sehingga mampu mengakselerasi terwujudnya visi menjadi digital telco terdepan kelas dunia," kata Ririek dalam keterangan tertulis, Rabu (20/4).

Seperti diketahui Telkom fokus mengembangkan tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivity, platform, dan services. Selain itu, secara kontinyu mengembangkan kapabilitas digitalnya melalui tiga strategi, yakni build (membangun kapasitas sendiri), borrow (menjalin kemitraan strategis dengan tech giant/global partner), dan buy (melalui investasi secara selektif).

Adapun untuk membangun competitive advantages perusahaan, Telkom mencanangkan lima strategi utama yang dikenal dengan strategi Five Bold Moves. Ini sekaligus memantapkan langkah untuk menjadi digital telco kelas dunia dengan tujuan jangka panjang dapat memberikan value creation yang optimal bagi stakeholders dan masyarakat.

Strategi Five Bold Moves yang telah dilaksanakan sejak 2021 ini pada 22 November 2021 merealisasikan strategi utama unlocking bisnis menara telekomunikasi melalui aksi korporasi penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Mitratel di Bursa Efek Indonesia.

Berita Terkait : Kuartal I 2022, Home Credit Salurkan Pembiayaan Hingga Rp 1,7 T

Mitratel berhasil meraup dana hingga Rp 18,8 triliun, di mana 90% di antaranya akan digunakan untuk belanja modal demi mengembangkan bisnis baik secara organik maupun anorganik.

"Setelah berhasil melakukan unlocking bisnis tower Mitratel, kini Telkom fokus untuk mendorong keempat strategi lainnya yang kami targetkan dapat terealisasi hingga akhir 2023," papar Ririek.

Empat strategi lainnya masih gencar diakselerasikan, yaitu percepatan bisnis digital secara terstruktur melalui pembentukan Digital Company (DigiCo), unlocking bisnis data center, penguatan bisnis B2B IT Services, dan menginisiasi integrasi bisnis broadband (fixed mobile convergence/FMC).

Kinerja Positif Di Seluruh Segmen Bisnis

Pada segmen Fixed Line, IndiHome masih menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan pendapatan Telkom dengan total kontribusi kepada pendapatan sebesar 18,4% di akhir 2021 dari 16,3% pada periode yang sama tahun lalu. IndiHome membukukan pendapatan sebesar Rp 26,3 triliun atau tumbuh 18,5% yoy.

Sementara EBITDA margin IndiHome pun meningkat menjadi 46,7% pada akhir 2021. Hal ini didorong penambahan 585 ribu pelanggan baru sehingga total pelanggan IndiHome pada Desember 2021 mencapai 8,6 juta atau tumbuh 7,3% yoy.

Berita Terkait : Pemerintah Sudah Salurkan Rp 52,66 Triliun Dana PEN

IndiHome secara kontinyu juga melakukan pengayaan konten melalui kerja sama strategis dengan penyedia konten (content provider) global, seperti Disney+ Hotstar dan Lionsgate Play.

Selanjutnya, pada segmen mobile, Telkomsel berhasil mencatatkan pendapatan tahun buku 2021 sebesar Rp 87,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 4,4% yoy. Pendapatan bisnis digital Telkomsel mencapai Rp 68,2 triliun atau tumbuh 9,5 persen yoy.

Pencapaian ini didukung basis pelanggan yang meningkat mencapai 176,0 juta pelanggan atau tumbuh 3,8 persen yoy, dengan pengguna mobile data sebanyak 120,5 juta pelanggan atau tumbuh 3,9 persen yoy. Lalu lintas data tumbuh 43,3 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 13.513 petabyte.

Pembangunan infrastruktur secara agresif terus dilakukan agar layanan digital Telkomsel berjalan optimal. Total BTS yang dimiliki hingga akhir 2021 mencapai 251.116 unit atau tumbuh 8,6 persen yoy, yang 80 persen, di antaranya berbasis 3G/4G/5G, di mana 137.613 BTS berteknologi 4G dan 113 BTS adalah BTS 5G.

"Sebagai bentuk kontribusi dalam mengakselerasi ekonomi digital Indonesia, Telkomsel menghadirkan PT Telkomsel Ekosistem Digital (INDICO) sebagai digital powerhouse yang didedikasikan untuk meningkatkan inovasi digital yang berpusat pada pengguna dengan menawarkan produk dan layanan di luar konektivitas. INDICO akan diposisikan sebagai holding company yang membawahi beberapa anak perusahaan dari portofolio bisnis vertikal Telkomsel yang sedang berkembang di sektor digital dengan mengoptimalkan sinergi ekosistem aset unggulan yang dimiliki perusahaan," jelas Ririek.

Hingga Desember 2021, segmen Enterprise mencatat pendapatan Rp 19,1 triliun atau tumbuh 8,0% yoy, di mana layanan B2B IT Services dan layanan digital untuk korporasi masih menjadi kontributor terbesar. Sementara itu, segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp 14,3 triliun atau tumbuh 5,6% yoy, terutama berasal dari pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi, data center, dan A2P services.

Berita Terkait : Genjot Digitalisasi, Telkom Buka Loker Berbagai Posisi Untuk Milenial

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp 6,87 triliun atau tumbuh 11,0% yoy dengan laba bersih tumbuh 129,4 persen dan EBITDA tumbuh 23,9 persen. Pertumbuhan kinerja keuangan didukung jumlah kolokasi dan tenant Mitratel yang juga mengalami kenaikan sebesar 18,9 persen dan 39,3 persen.

Saat ini, Mitratel mengoperasikan 28.206 menara telekomunikasi dengan tenancy ratio 1,5x. Menara telekomunikasi Mitratel tersebar di Indonesia, di mana 58% di antaranya berlokasi di luar Pulau Jawa, sementara 42 persen lainnya di Pulau Jawa.

Selanjutnya pendapatan dari data center sepanjang 2021 tercatat Rp 1,7 triliun atau tumbuh 19,0 persen yoy. Saat ini, Telkom memiliki 27 data center, yaitu 22 data center domestik dan 5 data center luar negeri, termasuk data center tier 3 dan 4 di Singapura.

Ririek menjelaskan, Telkom telah menggunakan belanja modal sebesar Rp 30,3 triliun hingga akhir 2021 atau 21,2 persen dari total pendapatan. Belanja modal terutama digunakan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan pendukung dalam meningkatkan kapasitas, baik pada fixed line maupun mobile business demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.

Adapun pahun ini Telkom akan mengalokasikan penggunaan laba bersih untuk fokus pada pengembangan bisnis digital, yang sejalan dengan strategi Five Bold Moves.

"Kami akan terus mempercepat langkah transformasi dan mengembangkan potensi bisnis digital TelkomGroup untuk value creation yang optimal tidak hanya bagi perusahaan tapi juga seluruh stakeholders. Kami meyakini hal ini merupakan langkah yang tepat untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan di masa mendatang dan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia," tutup Ririek. [MFA]