Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dilibatkan Program Bantuan Pangan

Kualitas Beras Bulog Diyakini Paling Top

Rabu, 3 Juli 2019 07:19 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan melibatkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan begitu penyerapan beras di Bolug bisa maksimal. 

Keputusan itu disepakati dalam Rapat Koordinasi (rakor) yang diikuti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Sosial dan Perum Bulog. 

Menteri Sosial Agus mengatakan, nantinya penyaluran beras dari Bulog untuk masyarakat ditambah. Paling tidak, Bulog bisa memasok 70 persen beras dalam program BPNT.“Kita akan upayakan Bulog pasok beras BPNT. Ya kalau bisa 70 sampai 100 persen,” ungkap Agus usai rakor yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kemarin. 

Berita Terkait : Kubu Prabowo Salah Alamat, MK Hanya Tangani Gugatan Yang Pengaruhi Perolehan Suara

Diketahui, gudang penyimpanan milik Bulog sudah hampir penuh, sementara beras-beras yang disimpan terancam busuk karena belum disalurkan. Salah satu penyebabnya adalah Bulog tak lagi dilibatkan dalam penyaluran BPNT yang kini dipegang Kemensos

Terkait masalah tersebut, Agus pun sudah melakukan konsultasi kepada Darmin. Salah satu hal yang dibahas terkait keterlibatan Bulog dalam penyaluran BPNT. “Bulog tentu kita diberikan kesempatan. Saya percaya Bulog mampu mensuplai e-warung dengan kualitas baik,” kata Agus. 

Ia pun yakin dengan kualitas beras yang akan disalurkan Bulog. Sebelumnya, muncul anggapan, beras Bulog berkualitas buruk sehingga tak dilibatkan dalam penyaluran BPNT. “Saya nggak ragu dengan kemampuan Bulog mensupplai beras yang baik dan berkualitas,” kata Agus. 

Berita Terkait : Duh, Harga Cabe Merah Mulai Merangkak Naik

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan, 700 ribu ton beras Bulog direncanakan disalurkan ke BPNT hingga Desember 2019. Ia menerangkan, bantuan ini akan diberikan kepada Kelom pok Penerima Masyarakat (KPM) setiap bulan lewat meka nisme akun elektronik di e-warung. 

Ia juga memastikan beras yang akan disalurkan memiliki kualitas terbaik. Bahkan, beras ini merupakan stok terpilih dan terbaru. “Pengadaan kita sudah sekitar 800 ribu ton lebih yang baru,” ujar Bachtiar yang juga ikut rakor. 

Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, tak dilibatkannya Bulog dalam program BPNT menyebabkan penyerapan beras oleh Bulog tak optimal. Ditambah lagi, kartel beras menjamur sehingga penyerapan beras Bulog terancam berhenti. 

Berita Terkait : Kepergok Plesiran di Toko Bangunan Dengan Wajah Bermasker, Setnov Langsung Dipindah ke Gunung Sindur

“Seolah-olah Bulog ini berbisnis. Ini melemahnya kewenangan kendali pangan oleh negara karena hitungannya semua berpikir kepentingan pribadi dan kelompok. Kalau disuplai pasar bebas, maka beras Bulog tidak keluar, serapan kita ya juga akan berhenti. Persoalannya di pangan,” tegas dia. 

Menurutnya, sebagai program pemerintah, BPNT seharusnya dapat melibatkan Bulog. Iapun meminta kepastian peran Bulog dalam program tersebut. “Cobalah urusan pangan diserahkan ke Bulog karena cadangan pangan negara itu ada di kita. Impor daging, ayam, gula itu seharusnya yang menentukan Bulog karena bulog tak ada kepentingan dagang, kepentingan cari duit. Tugasnya jadi buffer stoknya negara,” tambah dia. 

Buwas mengancam, apabila Kementerian Sosial mengambil alih keseluruhan penyaluran beras BPNT, ia memilih mundur diri dari jabatannya sebagai Dirut Bulog.“Kalau 100 persen kegiatan penyaluran beras diambil oleh Mensos, saya mundur dari Dirut Bulog,” kata Buwas. [NOV]