Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penyelamatan Keanekaragaman Hayati Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Rabu, 1 Juni 2022 09:27 WIB
Dialog Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia. (Foto: Ist)
Dialog Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menyelamatkan keanekaragaman hayati bukan hanya tugas pemerintah saja, namun butuh dukungan aktif semua pihak. Termasuk sektor swasta dan masyarakat, serta dilakukan dengan pendekatan bentang alam.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna dalam acara dialog “Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia”, Selasa (31/5).

Program Belantara Learning Series Episode 3 (BLS Eps.3) ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Belantara Foundation, Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Fakultas Biologi Universitas Nasional, I-SER FMIPA Universitas Indonesia dan Daemeter Consulting.

Berita Terkait : Mentan Dukung Pengamanan Pasokan Bahan Baku Pupuk NPK

Acara ini juga bertepatan memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang jatih setiap 22 Mei.

“Momentum Hari Keanekaragaman Hayati sedunia tahun ini, kami manfaatkan untuk sharing knowledge kepada seluruh stakeholders dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem termasuk pelestarian keanekaragaman hayati, serta hubungannya dengan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Dolly.

Pada kesempatan yang sama, Anggota AIPI dan Direktur Pusat Studi Etika Lingkungan Universitas Nasional, Prof.Dr. Endang Sukara mengingatkan kita semua, bahwa keanekaragaman hayati Indonesia sangat unik. Bahkan sebagian besar endemik atau tidak dijumpai dimanapun kecuali di negeri kita. 

Berita Terkait : Perlu Cara Cerdas Bumikan Pancasila

Menurut dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengungkapkan potensi ekonomi keanekaragaman hayati terutama untuk bisnis farmasi multi miliar dolar. Oleh karena itu, kata dia, semua pihak harus betul-betul menyadari pentingnya keanekaragaman hayati tidak hanya melindunginya tetapi yang lebih penting memanfaatkannya dan keuntungan bagi sebesar-besarnya bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Kebijakan politik, investasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bioetika harus dijadikan instrumen utuh untuk mengarusutamakan keanekaragaman hayati dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur Daemeter Consulting, Aisyah Sileuw menyebutkan, pendekatan Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi membantu untuk menyeimbangkan antara kegiatan pembangunan dan konservasi yang meliputi keanekaragaman hayati, jasa lingkungan dan juga kebutuhan sosial budaya masyarakat lokal.

Berita Terkait : Sharp Greenerator Inspirasi Generasi Muda Lestarikan Keanekaragaman Hayati

“Jika dilakukan secara konsisten, seharusnya tidak ada lagi dikotomi antara pilihan pembangunan dan konservasi karena masing-masing tujuan akan terpenuhi” tandas Aisyah.