Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng Kementerian PUPR, Tata Logam Group Genjot Pemanfaatan Produk Dalam Negeri

Jumat, 3 Juni 2022 08:54 WIB
Vice President PT Tata Logam Group Stephanus Koeswandi di acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), (Foto: Istimewa)
Vice President PT Tata Logam Group Stephanus Koeswandi di acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus menggenjot pemanfaatan Produk Dalam Negeri (PDN) oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk belanja produk dan jasanya.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang melarang belanja impor terhadap produk yang sudah bisa diproduksi di tanah air.

"Saya bersama-sama Kemenkes, Pak Sekjen, tentu dengan pimpinan dan para Deputi di Menko (Marves), dan mitra Ditjen Marga, kita akan bersama-sama mendetilkan apa yang seharusnya kita laksanakan untuk mewujudkan arahan-arahan tersebut," terang Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah saat membuka acara Business Matching Tahap III dengan tema 'Peran Rantai Pasok Dalam Negeri Untuk Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia', di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (30/5).

Berita Terkait : Di Malang, Kementan Gelar Pengobatan Sapi Bergejala PMK

Ia memaparkan, Kementerian PUPR mencatat telah merealisasikan pos belanja untuk produk lokal melebihi Rp 80,48 triliun.

Menurutnya anggaran itu ditegaskan merupakan wujud komitmen penuh terhadap program Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI). Alokasi anggaran yang digelontorkan tersebut, diambil dari total pagu anggaran Kementerian PUPR pada 2022 sekitar Rp100,5 triliun.

"Monitoring per 25 Mei 2022, angka itu sudah terlampaui," ujarnya.

Berita Terkait : Gandeng Kejati Jakarta, PLN UIP JBB Lakukan Monev Progres Pembangunan Sutet Priok-Muara Tawar

Lebih lanjut Zainal mengatakan, sebagai salah satu kementerian yang memiliki anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur. Realisasi alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi produk lokal pada 2022 akan terus ditingkatkan.

Peningkatan produk lokal itu menurutnya akan berdampak positif terhadap ketahanan perekonomian Indonesia. Dengan meningkatnya pergerakan ekonomi hingga kesejahteraan para pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Untuk mengoptimalkan penyerapan alokasi anggaran pelaku UMKM tersebut, Zainal mengatakan Kementerian PUPR terus melakukan pengawasan yang ketat.

Berita Terkait : Gandeng BP2P Jawa 1, Kementerian PUPR Serah Terima Rusunawa Rawa Bebek Ke Pemprov DKI

"Pak Menteri Basuki Hadimujono dalam setiap melakukan kunjungan kerja di lokasi pembangunan infrastruktur selalu mengecek terutama produksinya dari mana. Misalnya ada lampu, nanti kita ambil. Kita lihat ini produksi dari mana, kalau produksi dalam negeri oke lanjut, tapi kalau produksi luar negeri atau merek yang pabriknya belum ada dalam negeri bakal diperintahkan untuk mengganti," ujar Zainal.
 Selanjutnya