Dark/Light Mode

13 Juta Penduduk Dunia Kelaparan

Awas, Ancaman Krisis Pangan Di Depan Mata

Senin, 13 Juni 2022 06:40 WIB
Krisis pangan dan bahan bakar yang disebabkan oleh invasi Rusia terhadap Ukraina. (Foto : REUTERS/Ramzi Boudina).
Krisis pangan dan bahan bakar yang disebabkan oleh invasi Rusia terhadap Ukraina. (Foto : REUTERS/Ramzi Boudina).

 Sebelumnya 
Menurutnya, kebijakan perda­gangan perlu semakin terbuka dan tidak proteksionis, terutama da­lam menyikapi dampak pandemi. Semua negara perlu terhubung dalam perdagangan pangan.

“Hal ini bisa memperkecil ter­jadinya krisis pangan, yang sudah dimulai dengan adanya perubahan iklim,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak pelaku usaha berhati-hati dengan kebijakan penghen­tian ekspor pangan 22 negara.

Baca juga : Wayan Sudirta: Pendidikan Kader Bekal Pengabdian Kepada Rakyat

“Kita harus hati-hati dengan kondisi ini. Karena, akibat keterbatasan komoditas pangan, membuat 13 juta penduduk dunia mengalami kelaparan,” kata Jokowi di acara perayaan 50 tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (10/6).

Agar hal tersebut tidak terjadi di Indonesia, Jokowi meminta pengusaha lokal Indonesia, ter­masuk Hipmi untuk mendukung program Kemandirian Pangan. Hal ini untuk mengamankan stok pangan domestik sekaligus sebagai peluang berwirausaha di tengah mahalnya harga pangan.

Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Pertanian Kementerian Pertanian (Kemen­tan) Dedi Nursyamsi mengata­kan, pihaknya terus menggenjot produksi pangan lokal.

Baca juga : T20 Ajak Dunia Kembali Fokus Tangani Perubahan Iklim

“Diversifikasi pangan impor menjadi pangan lokal terus kita genjot. Kita ganti gandum dengan umbi-umbian, dengan singkong, dengan lobak, dan lain sebagainya,” kata Dedi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/6).

Menurut Badan Pangan Dunia (FAO), kata Dedi, Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak krisis pangan global karena jumlah penduduknya yang banyak.

Oleh karena itu, menurut Dedi, Indonesia harus bisa me­menuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dan tidak tergan­tung dengan komoditas pangan impor. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.