Dewan Pers

Dark/Light Mode

The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Cerah

Kamis, 16 Juni 2022 09:40 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah akhirnya dibuka menguat 0,10 persen ke level Rp 14.730 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.745 per dolar AS.

Mata uang Asia bergerak variatif terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,21 persen, yuan China menguat 0,39 persen, won Korea Selatan melesat 0,82 persen, baht Thailand melemah 0,14 persen, dolar Singapura minus 0,04 persen, ringgit Malaysia menguat 0,34 persen, peso Filipina melemah 0,39 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya anjlok 0,81 persen di level 104,49. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,11 persen ke level Rp 15.377, terhadap poundsterling Inggris 0,18 persen ke level Rp 17.902, dan terhadap dolar Australia stagnan di level Rp 10.319.

Berita Terkait : Pendukung Baperan

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, meski rupiah dibuka menguat, namun diproyeksi masih akan bergejolak. Hal ini lantaran pada Rabu (15/6), Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

The Fed menaikkan suku bunga dalam rangka meningkatkan perang melawan inflasi. Gubernur The Fed Jerome Powell pun mengisyaratkan kenaikan besar lainnya pada Juli 2022.

“Kenaikan 75 basis poin adalah pertunjukan yang solid. Semuanya akan sama, ini berfungsi untuk meningkatkan kredibilitas Fed dan meninggalkan kebijakan moneter sedikit di belakang kurva inflasi,” kata Ibrahim dalam riset hariannya yang dikutip, Kamis (16/6).

Berita Terkait : Inflasi Makin Liar, Rupiah Terus Melemah

Sementara itu, dari dalam negeri, sambung Ibrahim, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi yang diukur atas Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2022 akan meningkat hingga mencapai 4,2 persen.

“Kondisi tersebut menjadi cerminan koordinasi fiskal dan moneter yang sangat kuat. Di mana fiskal meningkatkan subsidi sehingga tidak semua kenaikan harga energi dan komoditas dunia berdampak kepada inflasi dalam negeri,” katanya. 

Ia memproyeksi, sepanjang hari ini rupiah berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp 14.420 hingg Rp 14.800 per dolar AS.