Dewan Pers

Dark/Light Mode

Asosiasi Produsen Dukung Program Minyak Goreng Rakyat Kemasan Sederhana Kemendag

Senin, 27 Juni 2022 17:45 WIB
Mendag Zulkifli Hasan saat menerima audiensi asosiasi produsen minyak goreng di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (27/6). (Foto: Ist)
Mendag Zulkifli Hasan saat menerima audiensi asosiasi produsen minyak goreng di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (27/6). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta produsen minyak goreng untuk mendukung dan membantu menyukseskan program "Minyak Kita", minyak goreng rakyat kemasan sederhana Rp. 14.000/liter.

"Secara khusus, kami meminta dukungan para produsen dalam memproduksi minyak goreng kemasan sederhana, dengan harga Rp 14.000/liter," ujar Zulhas, sapaan akrabnya.

Hal ini disampaikan oleh Mendag Zulhas saat menerima audiensi asosiasi produsen minyak goreng di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (27/6).

Dia menyebut, akan ada kompensasi bagi produsen migor yang membantu pemerintah menyiapkan migor kemasan sederhana.

"Sebagai kompensasi, akan diberikan kuota ekspor CPO kepada produsen sawit yang mendukung program migor kemasan sederhana ini," tutur Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Berita Terkait : Bank DKI Dukung Program Pengelolaan Sampah Mandiri Pemprov DKI

Dengan dibukanya keran ekspor CPO ini, maka kebutuhan produsen akan CPO akan meningkat dan tentunya juga akan berdampak pada kebutuhan produsen akan tandan buah segar dari petani sawit pemerintah.

"Kalau stok CPO di produsen tersalurkan baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor, maka tandan buah segar sawit petani akan lebih terserap. Harga juga akan membaik," tuturnya.

"Akan tetapi kebutuhan dalam negeri tetap diutamakan. Ada skema yang akan mengatur itu," imbuh Zulhas.

Dia pun secara tegas meminta pengusaha atau produsen minyak goreng agar membeli sawit petani rakyat paling tidak Rp 1.600/kilogram, seperti arahan pemerintah yang diputuskan dalam rapat koordinasi bersama Menkomarves.

Menanggapi ini, Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) mengaku sangat mendukung rencana Kementerian Perdagangan menyediakan minyak goreng rakyat kemasan sederhana yakni 'Minyak Kita'.

Berita Terkait : Pentingnya Menjaga Ketahanan Pangan

Hal ini disampaikan Ketua AIMMI, Adiwisoko Kasman yang menyebut mendukung pihaknya full power akan mendukung program minyak kemasan dengan harga Rp 14.000/liter tersebut.

"Rapat kali ini rasanya beda, pak menterinya senyum manis begitu. Jadi ini yang luar biasa, kita juga merasa tenang, tidak ada rasa tegang. Semua yang hadir di sini sudah pasti kami akan full power, semua akan membantu realisasi minyak goreng kemasan sederhana ini," jelas Adiwisoko Kasman.

Selain itu, ia pun menyebut rencana kebijakan yang sedang dikejar realisasi oleh Mendag Zulhas ini sudah tepat. "Ini sudah betul kebijakan yang dikeluarkan, ya semua program biasa ada penyesuaian dengan perkembangan," lanjutnya.

Hanya saja, Adiwisoko Kasman meminta kepastian agar minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000/ liter ini hanya 'Minyak Kita'.

"Tapi kita mesti ada satu kepastian bahwa fiks hanya satu yaitu 'Minyak Kita'. Saya sangat setuju. Dengan catatan yaitu harus SNI sesuai dengan aturan main. Saya rasa itu bagus sekali," tambahnya.

Berita Terkait : Frisian Flag Dorong Perluas Akses Gizi Seimbang dan Ketahanan Pangan

Menurutnya, kepastian ini penting agar tidak membuka kemungkinan pihak tidak bertanggungjawab berlaku curang dan main harga.

"Kalau branded kemasan sederhana bisa disalahgunakan. Bisa ada oknum yang naikin harga, kalau 'Minyak Kita' jelas, yang nakal main naikin harga bisa ditindak," tutup Adiwisoko. â–